Ternyata, Seluruh Rumah Yang Diresmikan Gubernur Jatim Belum Ditempati

Berita Nasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Seluruh rumah bantuan pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemkab Bondowoso, akibat terdampak banjir, ternyata tidak satupun ditempati oleh penerimanya. Pasalnya, rumah tersebut baru dikerjakan antara 60 hingga 70%.
Padahal, rumah bantuan yang dibangun diatas lahan milik Perhutani tersebut, sudah diresmikan oleh Khofifah, sapaan Gubernur Jatim, hari Kamis kemarin.
Salah satu pemilik rumah bantuan, Suyono dan Halil alias Pak Sulaeno mengatakan, pihaknya harus mengerjakan sendiri bangunan rumah yang belum selesai.
“Rumah bantuan ini tidak bisa langsung ditempati mas. Harus dibenahi terlebih dahulu. Disamping tidak ada sekat-sekat atau kamar, halaman di samping kiri dan kanan masih banyak batu besar yang harus diratakan,” kata Suyono yang diamini Pak Sulaeno saat dikonfirmasi Berita Nasional.ID, Ahad, 24/9 2023 di lokasi bangunan.
Keduanya mengaku, disamping mendapatkan bantuan rumah, juga mendapatkan bantuan Sembilan bahan pokok (Sembako) dan kipas angin. Padahal di perumahan ini tidak membutuhkan kipas angin, karena suhunya sudah dingin.
“Sebetulnya kami lebih membutuhkan bantuan kompor dibanding kipas angin. Karena suhu di tempat kami sudah sangat dingin, tidak butuh kipas angin,” tambahnya.
Lebih miris lagi, beredar informasi rumah bantuan tersebut diperjualbelikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Informasi tersebut tidak dianulir oleh Kades Kalisat Kecamatan Ijen, Aswito.
“Memang ada warga yang tidak terdampak menginginkan rumah di lokasi tersebut. Namun, husus warga Kalisat, yang jumlahnya 49 korban, tidak satupun yang diperjualbelikan,” kata Aswito di Kantor Kecamatan Ijen.
Hal senada juga disampaikan Kades Sempol, Shodiq. Warganya yang mendapat ganti rumah sebanyak 29 orang. “Kalau ada pihak yang memperjualbelikan rumah bantuan warga kami, akan saya tuntut,” ancamannya.
Dikonfirmasi dikantornya, Camat Ijen, Edi, menjelaskan, pihaknya mengundang penerima bantuan rumah terdampak banjir pada saat peresmian oleh Gubernur Jatim, sesuai data dari BPBD Bondowoso.
“Kalau misalkan dilapangan terjadi jual-beli rumah bantuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, saya tidak tahu. Saya sebagai Camat, hanya memfasilitasi saja,” kata Edi, sapaannya.
Sekedar mengingatkan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Hunian tetap (Huntap) Relokasi Rumah dan Sarana Prasarana Lingkungan Pasca Bencana Banjir Bandang di Kecamatan Ijen, Kamis (21/9/2023).
Peresmian tersebut ditandai dengan pemberian kunci mockup huntap secara simbolis oleh Gubernur Khofifah kepada 5 orang perwakilan penghuni. Serta penandatanganan prasasti dan pemotongan untaian pita. Turut mendampingi Gubernur, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya BNPB RI Eny Supartini dan Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Subroto.
Total sebanyak 78 rumah yang dibangun dengan luas masing-masing Huntap ukuran 4×6 m2 yang dibangun di atas lahan 7×14 m2. Masing-masing bangunan juga sudah dilengkapi dengan MCK.
Kawasan area lahan yang digunakan merupakan tanah milik Perhutani dengan luas lahan kurang lebih 4,63 Ha. Sementara, luas lahan yang digunakan untuk relokasi rumah kurang lebih 1 Ha, sehingga masing-masing penerima bantuan mendapatkan lahan seluas 98 m persegi.
Gubernur Khofifah mengatakan, Huntap tersebut dibangun setelah bencana banjir bandang melanda Desa Kalisat dan Sempol di lereng Gunung Ijen pada Februari lalu. Ia berharap, rumah ini akan lebih memberikan ketenangan dan kenyamanan, karena dibangun di lokasi yang lebih aman dari sebelumnya.
“Ketenangan merupakan hal vital. Karena lokasi rumah sebelumnya berada di dekat arus lereng Gunung Raung. Sehingga saat hujan maupun arus kuat, rawan banjir dan meresahkan warga. Semoga di lokasi yang baru ini warga lebih tenang, aman dan nyaman,” katanya.
Menurut Khofifah , Huntap tersebut diisi oleh 29 warga Desa Sempol dan 49 warga Desa Kalisat. Berlokasi di kawasan strategis, Huntap ini dekat dengan fasilitas kesehatan, pasar, tempat ibadah, pusat pendidikan, dan kantor pemerintah dalam jarak kurang lebih 2-3 km.
BNPB memberikan bantuan 5 paket pekerjaan dengan total nilai anggaran sebesar Rp 11,6 miliar untuk relokasi 65 unit rumah di Desa Kalisat, relokasi jalan lingkungan sepanjang 1.500 m di Desa Kalisat, relokasi drainase lingkungan sepanjang 3.000 m di Desa Kalisat, pengadaan tangkis afvour di Desa Sempol dan Kalisat.
Pemprov Jatim melalui BPBD Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan sebesar Rp 1,17 miliar. Anggaran ini digunakan untuk pembangunan fasilitas kamar mandi/MCK pada 78 unit rumah dan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 300 meter.
Pemkab Bondowoso sendiri mengeluarkan anggaran senilai Rp 409,4 juta untuk kegiatan relokasi 13 rumah lainnya. Selain itu, bantuan lain didapatkan dari PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk yang memberikan batuan berupa pintu untuk kamar mandi/MCK.



