Pemkab Sidrap

Wabup Mahmud Yusuf Pantau Bendungan Bulo

Mahmud Yusuf : Perlu Pembuatan Dam Untuk Penampungan Air

image_pdf

BeritaNasional. ID Sidrap, — Wakil Bupati Sidrap Ir. H Mahmud Yusup sejak dilantik menjadi Wakil Bupati Sidrap 31 Desember 2019 lalu mendampingi H. Dollah Mando sebagai Bupati Sidrap, tak pernah diam untuk berpikir memperbaiki daerah tanah kelahirannya, meski dirinya sebagai orang nomor dua di Bumi Nene Mallomo Sidrap, ia tetap semangat mendampingi Dollah Mando untuk Sidrap yang lebih baik dan sejahterah. Mahmud Yusuf siap menerima masukan dari masyarakat, untuk kepentingan bersama dan masyarakat umum.

Mendengar informasi dari masyarakat Desa Bulo, terkait dengan Bendungan yang minim air untuk kebutuhan petani, lansung turun ke lapangan meski itu hari libur, yang jelas selama saya ada di Sidrap, siap melayani keluhan masyarakat, dan hasilnya akan dilaporkan ke Bupati Sidrap H. Dollah Mando, ungkap Mahmud Yusuf.

Mahmud Yusuf, dalam pemantauannya, mengatakan Bendungan Bulo dinilai belum mampu mensuplay air untuk kebituhan petani. Untuk itu perlu dilakukan pembuatan Dam di Bulu Ceba guna untuk menampung air dari tumpahan berbagai lokasi. Termasuk Bendungan Bulo.

“Bila Dam ini terbendung, petani di lima kecamatan di Sidrap ini akan merasakan manfaatnya. kelima Kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Panca Rijang, Kecamatan Kulo, Kecamatan Baranti. Kec. MaritengngaE dan Kecamatan Watang Sidenreng,” jelas Mahmud.

Mahmud Yusuf. Meminta masyarakat untuk bersama, insyah Allah, Bupati Sidrap H. Dollah Mando merespon aspirasi ini, dan kedepan pihaknya akan melakukan koordinasi ke Gubernur Sulsel untuk mendapat restu. Agar Dam ini dapat di bangung

Perlu diketahui, Daerah Irigasi Bulutimorang dibangun tahun 1932 dengan perencanaan luas areal 4950,5 ha meliputi 5 kecamatan yaitu Kecamatan Panca Rijang 1209,84 ha, Kec. Maritengngae 1508,16 ha, Kec. Wattang Sidenreng 1734,5 ha, Kec Kulo 350,5 ha, dan Kec Baranti 147,5 ha. Karena percetakan sawah dibagian hulu sungai meningkat sehingga debit air sungai yg sampai di bendung Bulutimorang berkurang secara signifikan.

Untuk saat ini debit air normal yg masuk sekitar 1 – 1.5 meter kubik atau 700 – 1500 ha yg mampu diairi.

Tapi pada saat musim hujan/banjir, debit air sungai mencapai 95 meter kubik per detik. Kemampuan saluran induk menampung air hanya 10 m kubik per detik sehingga air yg terbuang ke sungai 85 meter kubik, ini data per tanggal 4 februari 2019.

Untuk itu perlu dibuat Bendungan/Dam untuk menampung kelebihan air dimusim hujan di daerah hulu (bulu ceba desa bulo) untuk dialirkan pada saat musim kemarau.

Daerah Irigasi Bulutimorang berada dibawah kewenangan pusat dalam hal ini balai besar wilayah sungai pompengan jeneberang (BBWS- PJ).

Terpisah, Salam salah seorang Warga Desa Bulo mengatakan, sebenarnya pembuatan Dam ini sudah beberapa kali di tinjau dan bahkan sudah diukur lokasinya, namun hingga sekaran ini, proyek tersebut juga belum turun.

Lanjut Salam makanya sekarang ini. Masyarakat berinisiatif mencoba memanggil Wakil Bupati Sidrap Mahmud Yusuf untuk turun kelapangan. Dan mendapat respon positif, bahkan kata warga Desa Bolu, lokasi ini, Mahmud Yusuf yang pertama kali sebagai Pejabat, baik di Kabupaten maupun Propensi yang meng-injakkan kaki di Bulu Ceba, sejak Sidrap lahir hingga di usia ke 675.

Salam berharap kepada Pemerintah baik Kabupaten, Propensi dan Pusat agar pembuatan Dam ini bisa terealisasi.

Hadir yang mendampingi Wakil Bupati Sidrap Mahmud Yusuf, antara Lain Plt Camat Panca Rijang Rimba, Kepala Desa Bulo Mustamin, Caleg Demokrat Harruddin, dan sejumlah Tokoh Masyarakat.

(Risal Bakri).

Show More

Related Articles

Back to top button
Close