BBM Naik, Ketua HKTI; Akan Memicu Kenaikan Produksi Sektor Pertanian

BeritaNasional.ID Lumajang – Bahan Bakar minyak (BBM) bersubsidi baru baru ini pemerintah sedang memberikan kebijakan menaikan harga, hingga menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, juga mengundang reaksi kritik di berbagai organisasi seperti halnya organisasi HKTI ( Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) DPC kabupaten Lumajang.
Iskhak Subagio selaku Ketua DPC HKTI Lumajang, Dewan Pakar HKTI Jawa Timur, Ketua Asosiasi Petani Pangan Lumajang, juga Ketua Forum Komunikasi Petani Lumajang mangatakan kenaikan BBM naik maka 40 persen pengaruh pada sektor pertanian, dan juga Memicu Kenaikan Biaya produksi pertanian.
“Kalau BBM naik ini hampir 40% mempengaruhi sektor pertanian mulai dari olah tanah sampai dengan panen semua dan ini akan memicu kenaikan biaya produksi pertanian dan ini juga bervariasi mulai ongkos bajak sawah sampai dengan mesin perontoknya, jika musim kemarau seperti ini banyak petani kita yang juga menggunakan pompa air untuk menggerakkannya adalah solar dan pertalite, dengan kenaikan BBM ini ya sektor pertanian juga sangat berdampak ,sementara harga dasar gabah kita tidak bisa naik sudah hampir 8 tahun”. Ucapnya
Iskhak juga menginginkan pemerintah harus gerak cepat perlu skema tertentu yang di berikan kepada petani yang sa’at ini mengalami komoditi terkait pupuk bersubsidi, petani perlu di lindungi.
“Yang kita inginkan karena ini sudah keputusan dari pemerintah untuk menaikkan BBM bersubsidi, perlu skema tertentu yang diberikan kepada petani, ingat saat ini petani kita juga lagi mengalami pengurangan komoditi yang disubsidi terkait dengan pupuk bersubsidi, Nah ini petani harus dilindungi jadi termasuk yang berdampak paling besar ini adalah petani subsidinya pupuknya berkurang BBM-nya naik sehingga produksi pertaniannya naik sekitar 40% dari kondisi normal, angka tersebut diperoleh dari mereka harus pakai pupuk non subsidi yang harganya 4 kali lipat dari pupuk subsidi ditambah lagi sekarang pemerintah melakukan kebijakan menaikan harga BBM, nah seperti ini harus diberikan stimulan sebetulnya kepada para petani,dan ingat 60 persen rakyat kita bekerja di sektor pertanian”. Ujarannya
Iskhak berharap pemerintah cepat mengatasi kenaikan BBM saat ini dan berharap perda perlindungan petani bisa menjembatani para petani dengan hal hal masalah pertanian.
“kami berharap Pemerintah daerah pun segera cepat mengantisipasi tentang kenaikan harga BBM bersubsidi ini, antisipasi nya sebetulnya memberikan dana stimulan kepada para petani baik berupa umpamanya pinjaman tanpa bunga atau pun KUR tani itu dioptimalkan yang bekerjasama dengan Bank Bank pemerintah sehingga petani tidak merasakan lonjakan seperti itu, apalagi di tengah sekarang masih banyaknya wabah penyakit yang menyerang tanaman padi juga, sehingga produktivitas priode bulan April sampai dengan September ini kita sudah tidak sesuai target yang ada, serangan wereng juga sudah agak meluas ini, jadi perlu beberapa skema untuk melindungi petani, kami berharap dengan Perda perlindungan petani yang sekarang lagi di godok di dewan sana bisa menjembatani hal hal yang terjadi seperti ini. Ini namanya fosmejer di luar kebiasaan mas, sehingga distorsinya sangat tinggi bisa berupa asuransi, Atau berupa dana stimulan seperti bibit yang gratis atau memberikan pupuk non subsidi yang di bantu atau yang lain lah bisa yang di manfaatkan petani”. pungkasnya (Rhm)



