DaerahJawa TimurRagam

Dituding ‘Bermain’ Bantuan Traktor, Wabup Bondowoso Minta Mantan Kadisperta Cabut Pernyataannya

BeritaNasional.id – BONDOWSOSO JAWA TIMUR, Setelah Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir meminta Aparat Penegak Hukum (APH) mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan bantuan traktor melalui Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bondowoso, kini giliran H. Irwan Bachtiar Rahmat, SE, Msi. Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso meminta agar H. Munandar mantan Kepala Disperta melakukan klarifikasi dan mencabut pernyataannya, Minggu (19/2/2023).

Atas pernyataannya yang disampaikan H. Munandar, SP, MM, mantan Kepala Disperta bahwa tiga aktor politisi, salah satunya Wabup Irwan yang diduga terlibat pengadaan traktor ‘Fiktif’ sebanyak 60 unit pada tahun anggaran 2017-2018 pada media. Wabup Bondowoso mendeadline 2×24 jam pada Munandar untuk menarik pernyataannya tersebut.

“Abapila 2×24 jam Munandar mantan Kepala Disperta Bondowoso tidak menarik pernyataannya itu, maka saya akan menempuh jalur hukum. Sebagai Pejabat, seharusnya dalam memberikan statemen tidak sembarangan menuding dan harus dikaji terlebih dahulu,” tegas Wabup Bondowoso.

Wabup Irwan juga meminta Kejaksaan Negeri agar mengusut tuntas dugaan bantuan traktor yang diduga fiktif. Tujuannya, agar masyarakat mengetahui, siapa dalang yang ‘bermain’ di balik program bantuan tersebut.

“Saya meminta kepada Kejaksaan Negeri Bondowso agar mengusut tuntas kasus tersebut. Agar kasus ini menjadi terang benderang dan mengetahui secara pasti siapa yang ‘bermain’ dalam kasus ini yang sebenarnya. Sebab, pernyataan yang disampaikan H. Munandar yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK), itu kurang etis, tidak beradab. Sebagai pejabat harus beretika,” beber Wabup Irwan.

Etika Munandar sebagai pejabat eselon dua, sambung Wabup Irwan, tidak ada dan asal ngomong, tanpa didasari dengan bukti-bukti. Ini sangat berbahaya untuk kondusifitas Bondowoso. Pejabat semacam itu harus dievaluasi.

Sementara Munandar, mantan Kepala Disperta Bondowoso saat dihubungi lewat sambungan telepon belum memberikan respon. Padahal klarifikasi atas pernyataannya sangat penting untuk diketahui publik.

Pewarta           :Samsul Arifin

Publisher         :Heru Hartanto

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button