Kota Pekalongan Teguhkan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya dan Kembangkan Ekonomi Kreatif

Berita Nasional.ID | Kota Pekalongan – Dalam momentum Hari Batik Nasional ke-16 Tahun 2025, Pemerintah Kota Pekalongan menegaskan komitmennya untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis batik. Salah satu kegiatan utama peringatan tersebut adalah Sarasehan Batik bertema “Merajut Harmoni Ekosistem Batik” yang digelar di halaman Museum Batik Pekalongan, Kamis malam (2/10/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pekalongan, Sugiyo, dan dihadiri berbagai unsur, mulai dari dinas terkait, pelaku industri batik, komunitas, akademisi, hingga pelajar. Menurut Sugiyo, batik bagi warga Pekalongan bukan sekadar warisan budaya, melainkan bagian dari kehidupan dan sumber ekonomi masyarakat.
“Dari kampung batik hingga desainer modern, batik adalah nadi ekonomi dan jantung budaya kota ini,” ujar Sugiyo. Ia juga mengingatkan bahwa status Pekalongan sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan ekosistem batik melalui kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono, menjelaskan bahwa sarasehan ini menjadi forum untuk menghimpun gagasan pengembangan batik ke depan. Sebelumnya, digelar pula kegiatan membatik bersama di atas kain mori sepanjang 16 meter, sebagai simbol panjangnya perjalanan batik Indonesia.
Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan seputar regenerasi perajin, inovasi desain, hingga strategi pemasaran digital. Rangkaian peringatan Hari Batik Nasional di Pekalongan akan berlangsung hingga 12 Oktober 2025 dengan berbagai kegiatan edukatif dan pameran.
“Sebagai Kota Batik, Pekalongan harus mampu menjaga dan mengembangkan warisan ini agar tetap relevan dan bernilai ekonomi tinggi di era modern,” pungkas Sabaryo. (mflh)



