Mencari Lahan Pembangunan KDMP Tidak Semudah Membalik Telapak Tangan

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di 219 Desa/Kelurahan di Bondowoso tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi gangguan psikolgis yang paling menyita konsentrasi berseliweran di Medsos setiap jam, bullying.
Disamping itu, secara tehnis, kesulitan yang dihadapi Pemkab Bondowoso dan Kodim 0822, mencari lahan yang sesuai spesifikasi. Tampaknya target Presiden, KDMP harus selesai 17 Agustus 2026 sulit dicapai.
Karena tidak semua Pemerintah Desa/Kelurahan mempunyai lahan seluas 1000m2 untuk membangun Program Strategis Nasional (PSN) imi. Misalnya seperti desa-desa di Kecamatan Ijen dan seluruh Pemerintah Kelurahan, pasti tidak punya Tanah Kas Desa (TKD).
Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Inf Prawito, mengatakan yang diberi tugas melakukan assesmen adalah Babinsa, Perangkat Desa, dan Pengurus Koperasi. Yang di asesmen adalah tanah milik Pemda, BUMN/PTPN, maupun lahan kosong yang tidak bermasalah secara hukum.
Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menambahkan, jika tanah milik Pemda yang sudah berdiri bangunan, tidak bisa langsung digusur, tapi ada tahapan untuk memindahpakaikan, seperti Resi Gudang dan bangunan SD yang tidak dipakai milik Pemkab Bondowoso dan yang lainnya.
“Jadi lahan yang ada bangunannya harus dihapus terlebih dahulu, melalui appraisal oleh KPKNL Jember. Jika proses tersebut tidak dilakukan, menjadi temuan BP jika ada pemeriksaan. Artinya, proses pengalihan tersebut membutuhkan waktu yang panjang,” jelasnya.
Agar prosesnya lebih cepat, Sekda Rozi menyarankan agar mencari lahan yang tidak ada bangunannya. Seperti yang ada di Kelurahan Badean, disamping stadion, yang langsung bisa dibangun tanpa proses birokrasi panjang.
Sedangkan untuk pembangunan KDMP di Kecamatan Ijen, Tim masih bersurat kepada managemen PTPN. Jadi masih berproses, sampai saat ini belum ada jawaban. Dari total 219 target, baru 109 titik yang sudah proses pembangunan, dan hanya 24 yang sudah selesai 100 persen.
Sisanya masih terkendala lahan, termasuk di wilayah terpencil seperti Brambang, Kecamatan Tlogosari, yang aksesnya sulit namun tetap diupayakan pembangunannya. Memang banyak kendala. (Syamsul Arifin/Bernas)



