Danbrigif 16/WY Mengikuti Ujian Kenaikan Sabuk/Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer (PSM)

Kediri – Komandan Brigif 16 / WY Kolonel Inf M.Sujoko M.Han. Bersama personil prajurit TNI dari berbagai satuan mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Pencak Silat Militer (PSM) dari sabuk putih menuju sabuk kuning yang dilaksanakan di Gedung Yonif 521/DY, Senin, (06/04/2026)
Pelaksanaan ujian ini diselenggarakan oleh Jasmani Kodam V/Brawijaya melalui Kasjasdam V/Brawijaya.
Pencak Silat Militer yang diterapkan saat ini merupakan bentuk pengenalan terhadap olahraga kearifan lokal berupa seni bela diri tradisional Indonesia yang memiliki nilai budaya sekaligus manfaat dalam pembinaan kemampuan prajurit.
Beliau juga menegaskan bahwa pengembangan PSM di lingkungan TNI tidak dimaksudkan untuk menggantikan cabang olahraga bela diri militer yang telah ada sebelumnya, seperti Yongmoodo, melainkan sebagai pelengkap dalam meningkatkan kemampuan bela diri prajurit.
Ujian Kenaikan Sabuk/Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer (PSM) merupakan bagian dari program pembinaan satuan TNI AD untuk membentuk prajurit yang profesional, tangguh, dan memiliki kemampuan bela diri yang mumpuni. Ujian ini dilakukan secara berkala dan intensif di berbagai satuan.
Tingkatan Ujian sering kali dilaksanakan untuk kenaikan tingkat dari sabuk putih ke sabuk kuning.
Materi Ujian: Prajurit diuji dalam berbagai materi, meliputi:
Gerakan Dasar: Teknik dasar Pencak Silat Militer.
Teknik Pertahanan dan Serangan: Kemampuan beladiri praktis.
Fisik: Ketahanan fisik prajurit.
Teori: Ujian lisan dan tertulis untuk mengukur pemahaman teori dasar PSM.
Tujuan: Untuk meningkatkan kemampuan bela diri perorangan dan profesionalisme prajurit.
Pelaksanaan: Ujian diadakan di berbagai satuan, baik pasukan Tempur maupun Kewilayahan, kegiatan ini rutin diadakan, ujian ini bertujuan memastikan seluruh prajurit memiliki kemampuan bela diri yang wajib dimiliki untuk mendukung tugas pokok di lapangan.



