Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Siapkan Bantuan Beras dan Migor

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Kabar gembira bagi masyarakat pra-sejahtera di Kabupaten Bondowoso, karena Pemerintah sudah menyiapkan skema distribusi bantuan pangan berupa beras dan Minyak goreng (Migor).
Bantuan Migor merupakan bagian upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat daya beli di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Terutama bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
Kepala Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial (Lindayasos), Iffah Febriani, S.T, mengatakan bantuan pangan ini ditargetkan menyasar KPM yang masuk dalam desil 1 sampai 4 atau kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah.
Skema bantuan, setiap KPM akan menerima bantuan pangan berupa beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter perbulan. “Untuk alokasi Februari – Maret 2026 disalurkan sekaligus, jadi masing-masing KPM akan menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng,” kata Iffah.
Adapun jumlah penerima 162.275 KPM. Data ini berdasarkan DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
Yaitu masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah atau level desil 1 sampai 4. Iffah mengungkapkan, penyaluran dilaksanakan secara bertahap, mulai tanggal 16 April 2026 di wilayah Kecamatan Tenggarang, kemudian pada 17 April 2026 di Kecamatan Bondowoso dan diteruskan di Kecamatan lainnya.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial P3AKB berupaya agar distribusi bantuan tepat sasaran dan tepat waktu. Beberapa poin penting dalam skema distribusi kali ini meliputi, titik distribusi desa.
Penyaluran akan dipusatkan di kantor desa atau kelurahan untuk memudahkan akses warga. Kemudian proses distribusi akan dikawal ketat oleh perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas guna memastikan ketertiban dan transparansi.
Petugas sosial akan melakukan pengecekan daftar penerima di lapangan untuk meminimalkan terjadinya kendala administrasi. Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian penyaluran bantuan pangan ini dapat terselesaikan tepat waktu. (Syamsul Arifin/Bernas)



