BRI Dorong UMKM Herbal Kediri Naik Kelas, Lentera Herbal Kini Kirim Produk ke Seluruh Indonesia

KEDIRI – Semangat dan ketekunan menjadi kunci keberhasilan Isma Wijayanti, pelaku UMKM asal Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, dalam merintis usaha olahan jamu dan rempah bertajuk “Lentera Herbal Kediri”. Berawal dari dapur rumah sederhana, kini produk herbal racikannya berhasil menembus pasar nasional melalui pemasaran digital.
Sebagai seorang ibu rumah tangga, Isma tidak tinggal diam menghadapi tantangan ekonomi keluarga. Dengan tekad membantu menambah penghasilan suami, ia mulai mencari peluang usaha yang sesuai dengan potensi daerah tempat tinggalnya.
“Awalnya saya berpikir usaha apa yang bisa dijalankan dari rumah. Di tengah kondisi ekonomi seperti ini mencari pekerjaan juga tidak mudah,” ujar Isma saat ditemui di kediamannya.
Pada Mei 2025, Isma resmi memulai usaha olahan jamu dan rempah dengan nama Lentera Herbal Kediri. Beragam produk inovatif pun lahir dari tangan kreatifnya, mulai dari Teh Rimpang, Teh Rempah Daun Kumis Kucing, Teh Daun Insulin, Wedang Herbal, Wedang Uwuh, Teh Bunga Telang, Teh Bunga Rosella, hingga Teh Mahkota Dewa.
Pemilihan usaha tersebut bukan tanpa alasan. Desa Parang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil rempah-rempah kering di Kabupaten Kediri. Kondisi itu dimanfaatkan Isma untuk mengembangkan produk bernilai tambah dengan bahan baku yang mudah diperoleh.
“Warga di sini mayoritas memproduksi empon-empon kering. Saya berpikir bagaimana rempah-rempah itu bisa diolah menjadi produk yang lebih praktis dan memiliki nilai jual lebih tinggi,” tambahnya.
Merintis usaha dari nol tentu tidak mudah. Isma bersama suaminya, Andik, menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menciptakan produk yang berbeda dari penjualan rempah mentah pada umumnya. Mereka kemudian berinovasi dengan menghadirkan kemasan modern dan praktis dalam bentuk teh celup siap seduh.
Tak hanya fokus pada produk, strategi pemasaran juga menjadi perhatian utama. Isma memanfaatkan platform digital dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengeluarkan biaya besar membuka toko fisik.
“Untuk pemasaran kami memanfaatkan pasar online agar jangkauannya lebih luas dan lebih efisien,” jelasnya.
Strategi tersebut terbukti membuahkan hasil. Dua toko online yang dikelola Isma kini mampu menghasilkan omzet hingga Rp25 juta per bulan. Produk Lentera Herbal Kediri pun telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.
Keberhasilan usaha ini juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dalam operasional usahanya, Isma melibatkan warga setempat mulai dari proses produksi, pengemasan hingga pemasaran melalui live e-commerce.
“Pengemasan dan pemasaran live e-commerce dibantu warga sekitar,” ungkapnya.
Meningkatnya jumlah pesanan membuat kebutuhan modal usaha turut bertambah. Untuk mendukung pengembangan usahanya, Isma memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.
“BRI menjadi pertolongan pertama kami dalam urusan permodalan,” ujar Isma yang kini tercatat sebagai nasabah KUR BRI Kediri.
Sementara itu, Branch Manager BRI Branch Office (BO) Kediri, Adi Nugroho, mengatakan bahwa BRI terus memperkuat perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran KUR.
“Hingga Maret 2026, BRI BO Kediri telah menyalurkan KUR sebesar Rp343 miliar. Kami melihat banyak potensi usaha di Kediri, termasuk sektor jamu dan herbal, yang memiliki peluang besar untuk terus berkembang,” jelas Adi.
Ia menambahkan, dukungan BRI tidak hanya berupa akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha dan edukasi finansial agar para pelaku UMKM mampu mengelola bisnisnya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat daya saing UMKM daerah,” pungkasnya.



