Viral! Atlet Peraih Dua Medali Porprov Ditolak SMA Negeri, Ternyata Nilainya Berubah di Sistem

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Kisah mengejutkan dialami Najwa Putri Ayu Pramita, atlet dayung Kota Probolinggo peraih dua medali perunggu Porprov Jatim 2025. Prestasi yang telah mengharumkan nama daerah ternyata nyaris tak mampu membawanya masuk SMA Negeri akibat persoalan administrasi dan dugaan kelemahan sistem penerimaan siswa.
Kasus ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Probolinggo bersama Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Probolinggo, Selasa (23/6/2026).
Dalam rapat tersebut terungkap nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) Matematika milik Najwa sempat berubah dalam sistem, dari nilai 50 menjadi 20. Perubahan itu membuat posisinya merosot dalam seleksi jalur prestasi akademik.
Tak hanya itu, jalur prestasi non-akademik yang diandalkannya juga gugur karena dokumen yang diunggah dinilai tidak lengkap. Najwa mengaku tidak mengetahui adanya kekurangan berkas karena sistem hanya menyediakan satu kolom unggahan tanpa peringatan atau notifikasi.
Akibat dua persoalan tersebut, Najwa dinyatakan tidak lolos seleksi dan sempat kehilangan harapan untuk melanjutkan pendidikan di SMA Negeri.
Setelah mendapat perhatian DPRD dan dilakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, ditemukan adanya kesalahan pada nilai TKA yang kemudian diperbaiki. Hasilnya, nilai gabungan Najwa naik menjadi 79,69 dan kembali membuka peluangnya lolos melalui jalur prestasi akademik tahap III.
Anggota Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Sibro Malisi, menyebut perbaikan nilai tersebut menjadi bukti bahwa persoalan yang dialami Najwa memang perlu mendapat perhatian serius. DPRD juga akan mengusulkan evaluasi sistem SPMB agar kejadian serupa tidak kembali menimpa siswa lain.
Kasus Najwa menjadi sorotan publik. Atlet yang telah menyumbangkan prestasi untuk Kota Probolinggo itu hampir kehilangan kesempatan bersekolah di SMA Negeri bukan karena kalah bersaing, melainkan akibat persoalan administrasi dan sistem yang dinilai masih memiliki celah.



