PSI Lumajang Tegaskan Tidak Ada Dualisme, Sikapi Dinamika Internal Yang Beredar

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATIM — Dinamika internal Partai Solidaritas Indonesia / PSI DPD Kabupaten Lumajang memanas. Menanggapi adanya aksi “mosi tidak percaya” yang dilayangkan sejumlah kader ke DPW PSI Jawa Timur, pengurus DPD PSI Lumajang menggelar konferensi pers, Sabtu (1/8/2026) di Kantor DPD PSI Lumajang.
Konferensi pers dipimpin langsung Ketua DPD PSI Lumajang, Sudiyah, didampingi Ketua Harian, Abdul Rohim.
Abdul Rohim menjelaskan penunjukan dirinya sebagai Pelaksana Tugas / Plt Sekretaris DPD PSI Lumajang dilakukan karena posisi sekretaris dan wakil sekretaris sudah lama tidak aktif.
“Sekretaris dan wakil sekretaris sudah lama tidak aktif di kepengurusan maka saya ditunjuk oleh ketua menjadi Plt Sekretaris PSI Kabupaten Lumajang,” ujar Rohim.
Rohim menanggapi aksi sekelompok orang yang pada 31 Juli 2025 lalu mendatangi DPW PSI Jawa Timur dan mengaku membawa “mosi tidak percaya” atas nama 70% DPC se-Lumajang.
Ia menegaskan, ada sebagian dalam foto yang beredar bukan pengurus resmi DPD, DPC, maupun DPRT PSI Lumajang.
“Yang menyampaikan mosi tidak percaya itu bukanlah DPC sebagaimana dalam gambar/foto. Karena yang bersangkutan bukan pengurus DPD, bukan pengurus DPC dan bukan pengurus DPRT. Yang bersangkutan baru terdaftar satu bulan,” tegas Rohim sabil menunjukkan satu foto saat penyampaian mosi tidak percaya ke DPW Jatim.
“Sehingga ketika datang ke Surabaya mengatakan bahwa dirinya pengurus PSI di Kabupaten Lumajang, maka kami anggap itu adalah kebohongan. Karena ini sudah diketahui di ranah publik, maka kami akan melakukan langkah selanjutnya,” lanjutnya.
Menjawab isu yang beredar di masyarakat Lumajang terkait adanya “dualisme” kepengurusan PSI, Rohim membantah keras.
“Dan sebagaimana diinformasikan di masyarakat Lumajang bahwa PSI ada dualisme, maka itu kita tegaskan tidak ada,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar waspada jika ada pihak yang mengaku dari PSI dan mencari dukungan calon dewan tanpa instruksi resmi dari Ketua yang sah.
“Jika ada yang mengaku dari PSI yang memanfaatkan dan mencari dengan alasan mencari pengurus, mencari calon dewan, sepanjang tidak ada instruksi dari ketua yang sah dalam hal ini Sudiyah, maka dianggap mereka melakukan tugas ilegal,” tegasnya.
Terkait tudingan tidak transparan dan adanya kekosongan kepengurusan, Rohim membantah. Ia menyebut data kekosongan yang ditunjukkan kelompok tersebut sudah usang dan sebagian besar sudah diisi.
“Sebenarnya dalam dinamika yang dimaksud oleh mereka, kami tidak ada masalah di internal kami hingga saat ini. Seperti halnya ketika mereka menyampaikan tentang transparansi, kami tidak tahu transparansi apa yang dimaksud,” kata Rohim.
“Dan ketika berbicara tentang kekosongan, mereka itu mempunyai data di group beberapa bulan yang lalu. Kekosongan pengurus tersebut sebagian besar sudah kami masukkan. Ada yang paling lucu lagi, sebagian kemarin yang ikut itu ada sebagian memang benar-benar ketua DPC, tetapi mereka tidak melakukan tugas sebagaimana mestinya,” pungkasnya.
Ketua DPD PSI Lumajang, Sudiyah, dalam kesempatan itu menyatakan mendukung penuh langkah klarifikasi yang disampaikan pengurus harian.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak yang disebut dalam “mosi tidak percaya” untuk mendapatkan hak jawab dan klarifikasi berimbang.
(red)



