Malang

Bupati Malang Dukung Pagelaran Ludruk :Tegaskan Pentingnya Budaya Lokal

BeritaNasional,ID. Malang – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., bersama istri sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj. Anis Zaidah Sanusi, menghadiri Pagelaran Kesenian Ludruk Budhi Wijaya yang digelar di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, malam Jumat kemarin. Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam mendukung pelestarian seni tradisional sebagai identitas daerah sekaligus kekayaan budaya bangsa yang wajib dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

Pagelaran berlangsung meriah dan disambut antusiasme tinggi warga, baik dari Desa Donowarih maupun wilayah sekitar. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua memadati lokasi pertunjukan — membuktikan ludruk sebagai kesenian khas Jawa Timur masih tetap dicintai dan hidup di tengah masyarakat hingga kini.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Malang, jajaran Forkopimcam Karangploso, Kepala Desa Donowarih beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelaku seni budaya, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.

Dalam sambutannya, Bupati Sanusi menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh seniman Ludruk Budhi Wijaya yang tetap konsisten menjaga seni tradisional di tengah derasnya arus modernisasi dan kemajuan teknologi informasi. Dedikasi itu dinilai sebagai kontribusi besar agar warisan budaya tidak tergerus perubahan zaman.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh seniman, Pemerintah Desa Donowarih, serta masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan kesenian ini. Ludruk adalah warisan budaya bernilai sejarah, mendidik, sekaligus pemersatu warga yang wajib kita lestarikan bersama,” ujar Bupati Sanusi saat memberikan sambutan malam kemarin.

Lebih lanjut ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi, melainkan juga menjaga jati diri serta nilai-nilai budaya sebagai ciri khas masyarakat Kabupaten Malang. Bupati juga mengajak generasi muda tidak melupakan budaya daerah di tengah pesatnya kemajuan dunia digital saat ini. Ia berharap kaum muda tidak hanya mengenal, tetapi bangga dan terlibat aktif melestarikan ludruk agar tetap hidup dan berkembang di masa depan. “Kita ingin generasi muda bangga dengan budaya daerahnya sendiri. Dengan begitu, ludruk akan terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Malang,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Bupati menegaskan pemerintah akan terus membuka ruang dan memberikan dukungan bagi setiap kegiatan seni budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Kelompok kesenian tradisional akan terus didorong melalui berbagai agenda kebudayaan dan festival agar memiliki ruang berekspresi serta berkembang.

Selain menjadi sarana hiburan rakyat, pagelaran yang digelar kemarin malam ini menjadi momen mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Kehadiran pemerintah diharapkan memberi semangat bagi pelaku seni untuk terus berkarya sekaligus memperkuat sinergi menjaga kelestarian budaya lokal.

Pemerintah Kabupaten Malang meyakini seni budaya adalah aset berharga untuk membangun karakter masyarakat, memperkuat persatuan, serta mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, seniman, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat akan terus diperkuat agar warisan budaya daerah tetap lestari, mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, dan menjadi kebanggaan di tingkat regional maupun nasional.

Melalui terselenggaranya pagelaran ini, diharapkan semangat melestarikan budaya lokal semakin tumbuh subur di tengah masyarakat saat ini. Kesenian ludruk tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, melainkan bagian hidup dari masyarakat Kabupaten Malang yang berbudaya, berkarakter, dan berdaya saing. (den)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button