Usia 19 Tahun, IAKN Kupang Pacu Mutu dan Targetkan Transformasi Menjadi Universitas

BeritaNasional.ID, KUPANG – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang memperingati Dies Natalis ke-19 dalam suasana penuh syukur dan refleksi.
Mengusung tema “Bertumbuh dalam Iman, Berkarya dalam Ilmu, Merawat Ciptaan, dan Berdampak bagi Masyarakat”, peringatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh sivitas akademika untuk merefleksikan perjalanan lembaga sekaligus meneguhkan arah pengembangan IAKN Kupang di masa mendatang.
Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-19 digelar di GMIT Center, Senin (28/9/2026). Perayaan tersebut tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas perjalanan IAKN Kupang selama 19 tahun, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun lembaga pendidikan tinggi keagamaan Kristen yang semakin berkualitas dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., mengatakan usia 19 tahun merupakan fase penting bagi institusi untuk semakin matang, kuat, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan kelembagaan.
“Ini hari yang sangat berbahagia buat Institut Agama Kristen Negeri Kupang yang hari ini genap berusia 19 tahun. Ini usia keberkatan, usia yang dipercayakan untuk IAKN Kupang semakin melangkah dalam kebersamaan, growing together, untuk maju, bertumbuh dan berdampak,” ujar I Made Suardana kepada awak media.
Menurutnya, perjalanan IAKN Kupang hingga mencapai usia 19 tahun merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Berbagai capaian kelembagaan, prestasi dosen dan tenaga kependidikan, dukungan mitra strategis, serta pembenahan layanan akademik menjadi bagian penting dari perkembangan institusi.
Karena itu, Rektor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pendiri, keluarga pendiri, sivitas akademika, pemerintah, mitra strategis, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan IAKN Kupang.
Ia menegaskan bahwa kemajuan lembaga merupakan tanggung jawab bersama. IAKN Kupang, kata dia, akan terus membangun sinergi dengan masyarakat, pemerintah, mitra dan berbagai pihak untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara melalui pelayanan pendidikan tinggi, khususnya pendidikan tinggi keagamaan Kristen.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama. IAKN Kupang akan terus bersinergi dengan seluruh masyarakat, stakeholders, pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk ke depan bersama-sama memberi yang terbaik untuk bangsa dan negara melalui layanan pendidikan tinggi, khususnya pendidikan tinggi keagamaan Kristen,” katanya.
Memasuki usia ke-19, IAKN Kupang juga telah menyiapkan sejumlah target besar dalam pengembangan institusi. Salah satu target yang menjadi perhatian adalah peningkatan mutu kelembagaan untuk mencapai predikat akreditasi unggul.
Selain itu, IAKN Kupang menargetkan masuk dalam 10 besar pemeringkatan bibliometrik. Lembaga tersebut juga mulai mempersiapkan transformasi kelembagaan menuju bentuk universitas.
“Target ke depan kita sudah sosialisasikan. IAKN Kupang akan berbenah untuk meraih predikat unggul, meraih akreditasi unggul, dan juga 10 besar untuk versi bibliometrik. Kita juga akan bergerak untuk upaya pencapaian institusi untuk transformasi kelembagaan yang selanjutnya, yaitu menuju universitas,” tegas I Made Suardana.
Menurutnya, berbagai target tersebut membutuhkan kerja bersama seluruh elemen IAKN Kupang. Semangat growing together menjadi salah satu landasan penting dalam menghadapi fase baru perjalanan lembaga.
Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk membangun budaya kerja yang dilandasi keterbukaan, rasa percaya, penghargaan dan penghormatan. Menurutnya, semakin besar tanggung jawab yang diemban lembaga, semakin kuat pula ruang kebersamaan yang harus dibangun dan dijaga.
Dalam momentum Dies Natalis tersebut, IAKN Kupang juga kembali mengingat perjalanan sejarah lembaga dan peran para pendiri dalam meletakkan fondasi pendidikan tinggi keagamaan Kristen di Nusa Tenggara Timur.
Warisan tersebut, menurut Rektor, harus diteruskan oleh generasi saat ini dengan menghadirkan karya dan capaian yang produktif bagi generasi berikutnya. IAKN Kupang diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan yang mencetak lulusan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan bersama di Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, ibadah syukur Dies Natalis diisi dengan khotbah yang disampaikan Pdt. Markus Y. Leunupan, M.Th. Dengan mengambil dasar dari Kolose 2:6-7, Pdt. Markus mengajak seluruh keluarga besar IAKN Kupang untuk tetap berakar dan dibangun di dalam Kristus, teguh dalam iman serta senantiasa melimpah dengan rasa syukur.
Pdt. Markus memaknai tema Dies Natalis melalui empat panggilan yang saling berkaitan, yakni bertumbuh dalam iman, berkarya dalam ilmu, merawat ciptaan dan berdampak bagi masyarakat.
Ia menggambarkan kehidupan manusia dan perjalanan sebuah institusi seperti pohon yang membutuhkan akar yang kuat. Akar tersebut menjadi fondasi agar pohon mampu bertumbuh, berkembang dan menghasilkan buah.
Dalam konteks IAKN Kupang, akar tersebut harus tetap berpusat pada Kristus. Sementara pertumbuhan ke samping diwujudkan melalui kasih, kepedulian, solidaritas dan penghargaan terhadap sesama.
Pdt. Markus juga mengingatkan bahwa tanggung jawab manusia tidak hanya terbatas pada hubungan dengan sesama, tetapi juga mencakup tanggung jawab untuk merawat lingkungan dan seluruh ciptaan.
“Sudahkah Bapak-Mama tahun ini menanam satu pohon untuk merawat dirimu sebagai tanah?” ajaknya kepada peserta ibadah.
Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi sivitas akademika IAKN Kupang bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik. Pendidikan juga harus membentuk manusia yang memiliki iman, karakter, kepedulian sosial dan kesadaran untuk menjaga lingkungan.
Di usia ke-19, IAKN Kupang berada pada fase penting untuk menerjemahkan seluruh refleksi tersebut ke dalam karya nyata. Tantangan ke depan tidak hanya menyangkut peningkatan mutu akademik, tetapi juga penguatan kelembagaan, peningkatan daya saing lulusan, perluasan kemitraan, pengembangan sumber daya manusia dan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat.
Peringatan Dies Natalis ke-19 akhirnya menjadi titik temu antara sejarah, syukur dan harapan. Sejarah menjadi fondasi untuk menghargai perjuangan para pendiri, sementara capaian hari ini menjadi modal untuk melangkah lebih jauh.
Dengan semangat growing together, IAKN Kupang menatap perjalanan berikutnya dengan tekad memperkuat mutu, memperluas sinergi dan menghadirkan karya yang berdampak. Target akreditasi unggul, 10 besar bibliometrik hingga transformasi menuju universitas menjadi bagian dari agenda besar lembaga dalam menjawab tuntutan zaman.
Pada akhirnya, usia 19 tahun bukan sekadar angka perjalanan sebuah institusi. Bagi IAKN Kupang, usia tersebut menjadi momentum untuk memperbarui komitmen: bertumbuh dalam iman, berkarya melalui ilmu, merawat ciptaan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, bangsa dan negara.
Dalam suasana syukur tersebut, pesan yang disampaikan kepada seluruh sivitas akademika kembali bermuara pada satu semangat, yakni terus menjadi pribadi dan institusi yang memberikan kebaikan, menjaga tanggung jawab serta mewariskan sesuatu yang berarti bagi generasi yang akan datang.(*)
Alberto



