Tim PKM FEB Undana Latih PAUD Nasaret Oesapa Kelola Keuangan Secara Digital melalui MYOB

BeritaNasional.ID, KUPANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Kali ini, tim dosen dan mahasiswa FEB Undana menyasar penguatan kapasitas pengelolaan keuangan di PAUD Nasaret Oesapa, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Melalui kegiatan bertajuk “Digitalisasi Pelaporan Keuangan Melalui Pelatihan serta Pendampingan MYOB Accounting”, tim FEB Undana memberikan pemahaman sekaligus pelatihan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pencatatan dan pelaporan keuangan lembaga.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor PAUD Nasaret Oesapa, Jumat (2/10/2026), dan mendapat sambutan antusias dari pihak mitra.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala PAUD Nasaret Oesapa, unsur Majelis Jemaat Harian (MJH) GMIT Nasaret Oesapa Timur, Bendahara Yayasan Pelita Kasih, serta para guru dan pegawai PAUD.
Tim PKM FEB Undana dipimpin Siprianus G. Tefa, S.E., M.Si., yang sekaligus menjadi narasumber utama. Ia didampingi dosen Minarni A. Dethan, S.E., M.Akt., Yemima Eka Christy Windya, S.E., M.Act., Dominikus Toni Kopong Aman, S.E., M.M., dan Melianus E. Tkela, S.E., M.Si., serta lima mahasiswa.
Kepala PAUD Nasaret Oesapa, Salmon Amtiran, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan FEB Undana yang memilih PAUD Nasaret sebagai mitra pelaksanaan PKM.
Menurut Salmon, kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi pihak PAUD untuk meningkatkan kualitas tata kelola administrasi dan keuangan.
“Kami berterima kasih atas atensi dari FEB Undana yang telah memilih PAUD Nasaret sebagai objek PKM. Banyak objek lain yang mengharapkan kegiatan ini, namun belum mendapat kesempatan. Kami berharap PKM ini membantu mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Salmon.
Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan PAUD maupun Yayasan Pelita Kasih.
Apresiasi juga datang dari perwakilan MJH GMIT Nasaret Oesapa Timur, Dina Tali-Ngadas.
Ia menilai perkembangan teknologi membuat lembaga pendidikan dan organisasi sosial perlu terus beradaptasi, termasuk dalam hal pengelolaan dan pelaporan keuangan.
“Digitalisasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Melalui PKM ini, GMIT Nasaret Oesapa Timur sebagai pendiri dan pembina, bahkan jemaat, akan semakin mempercayai Yayasan Pelita Kasih karena pelaporan keuangan nantinya akan semakin profesional dan akuntabel,” tegas Dina.
Dalam sesi materi, Siprianus G. Tefa menjelaskan konsep dasar digitalisasi pelaporan keuangan menggunakan software MYOB Accounting.
Ia menerangkan bahwa pemanfaatan MYOB dapat membantu menyederhanakan proses akuntansi yang apabila dilakukan secara manual membutuhkan sejumlah tahapan.
Menurut Siprianus, proses tersebut dapat diringkas menjadi tiga tahapan utama, yakni input, proses, dan output.
Tahap pertama adalah memasukkan data berdasarkan bukti transaksi. Selanjutnya, data diproses secara sistematis oleh MYOB. Setelah itu, pengguna dapat memperoleh laporan keuangan sesuai kebutuhan.
“Tiga tahapan tersebut yaitu input data atas dasar bukti transaksi, data diolah secara sistematis oleh MYOB, dan tahap output di mana pengguna tinggal mengakses laporan keuangan sesuai kebutuhan. Ini tentu menghemat waktu, tenaga, dan biaya,” jelas Siprianus.
Meski menawarkan kemudahan, Siprianus mengingatkan bahwa MYOB bukan sepenuhnya bekerja secara otomatis.
Pengguna tetap perlu memahami dasar-dasar akuntansi, terutama mengenai akun transaksi dan jurnal umum. Selain itu, pengguna juga perlu memahami istilah bahasa Inggris yang terdapat dalam antarmuka software.
Namun demikian, menurutnya, MYOB relatif mudah dipelajari karena berbagai fitur di dalamnya dirancang untuk membantu proses pencatatan hingga penyusunan laporan keuangan.
“Meskipun demikian, MYOB tidak sulit dipelajari karena fitur-fiturnya sangat memudahkan operasional,” tambahnya.
Materi yang disampaikan tim FEB Undana kemudian berkembang dalam sesi diskusi.
Peserta terlihat aktif menyampaikan pertanyaan, salah satunya Ibu Uni Tameon, yang menanyakan perbedaan MYOB Accounting dengan sistem ARKAS yang selama ini dikenal dan digunakan dalam pengelolaan administrasi satuan pendidikan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Siprianus menjelaskan bahwa ARKAS merupakan sistem online yang dibuat oleh kementerian, sedangkan MYOB memiliki karakter sebagai software yang dapat digunakan secara offline.
Dengan karakter tersebut, MYOB dapat dioperasikan tanpa harus bergantung pada koneksi internet.
Penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai karakteristik masing-masing sistem sekaligus membuka ruang bagi lembaga untuk memahami alternatif pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan keuangan.
Antusiasme peserta mengikuti kegiatan tidak surut meski kondisi cuaca Kota Kupang pada siang hari cukup terik.
Tim PKM FEB Undana bersama para peserta tetap mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Namun, ketika memasuki agenda praktik operasional MYOB, tim menghadapi kendala teknis terkait kesiapan perangkat.
Instalasi software MYOB Accounting membutuhkan perangkat yang kompatibel dengan Microsoft Office, sementara perangkat yang tersedia di lokasi belum memadai untuk mendukung proses instalasi dan praktik secara optimal.
Kendala tersebut tidak menjadi penghalang bagi keberlanjutan program.
Tim PKM FEB Undana memastikan sesi praktik dan pendampingan operasional MYOB akan dijadwalkan kembali dalam waktu dekat setelah kebutuhan perangkat dapat dipenuhi.
Dengan demikian, kegiatan PKM tidak berhenti pada pemberian materi, tetapi akan dilanjutkan dengan pendampingan langsung agar peserta benar-benar memiliki kemampuan mengoperasikan MYOB dalam aktivitas pengelolaan keuangan.
Kegiatan ditutup oleh Koordinator Program Studi Akuntansi FEB Undana, Minarni A. Dethan, S.E., M.Akt.
Dalam kesempatan tersebut, Minarni menyampaikan terima kasih kepada pihak PAUD Nasaret Oesapa yang telah bersedia menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian.
Ia menegaskan bahwa PKM merupakan bagian dari kewajiban dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“PKM ini adalah tugas wajib dosen dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami juga sangat berterima kasih kepada bapak/ibu guru dan pegawai PAUD yang telah merelakan waktunya untuk mengikuti kegiatan ini sampai tuntas. Kami berjanji akan kembali untuk melanjutkan pendampingan operasional MYOB,” pungkas Minarni.
Kegiatan PKM FEB Undana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui digitalisasi pelaporan keuangan, PAUD Nasaret Oesapa diharapkan dapat membangun sistem administrasi keuangan yang semakin tertib dan efisien, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola lembaga yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Bagi FEB Undana, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi turut hadir memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat dan lembaga mitra.*
Alberto


