Enam Tahun Dihantam Banjir Beruntun, Nasib Petani Bantur Digantung DAM Sungai Lesti yang Telantar

BeritaNasional, ID, Kabupaten Malang – Ratusan petani di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, kini hanya bisa pasrah meratapi nasib lahan pertanian mereka. Sejak tahun 2019 hingga November 2026 ini, aliran Sungai Lesti terus-menerus mengamuk dihantam banjir beruntun, namun infrastruktur vital berupa Dam (tanggul/bendungan) Atas yang rusak parah tak kunjung disentuh perbaikan oleh pemerintah daerah.
Mandeknya penanganan fasilitas irigasi ini memicu reaksi dan keprihatinan mendalam. Guna melihat langsung urgensi krisis tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar, memimpin jajaran Muspika Kecamatan Bantur untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke aliran sungai di belakang Makoramil 0818-12/Bantur, Desa Bantur, pada Selasa (3/11/2026).
Biarkan Petani Menjerit, Camat Desak Solusi Nyata
Camat Bantur, Bayu Jatmiko, tidak menutupi kondisi memprihatinkan yang terjadi di wilayahnya. Ia menegaskan, terjangan banjir yang terjadi berulang kali selama periode 2019–2024, dan kembali mengganas pada tahun 2026, telah melumpuhkan fungsi Dam Atas.
“Terkait kunjungan Bapak Sekda di sungai terdampak banjir beruntun, kondisi DAM atas memang masih belum tertangani. Kami sangat berharap segera ada solusi yang pasti dari pemerintah, karena ini menyangkut hidup dan nasib para petani kita,” ujar Bayu dengan nada mendesak usai mendampingi Sekda di lapangan.
Tak hanya menuntut perbaikan Dam Atas, Bayu juga menyoroti kondisi Dam Bawah yang berlokasi tepat di belakang Makoramil Bantur. Menurutnya, infrastruktur pengontrol air tersebut harus segera diperkuat agar lebih aman menahan debit banjir, mengingat perannya yang sangat krusial dalam mengalirkan urat nadi irigasi menuju hamparan sawah di Desa Wonorejo.
Rombongan Sekda terpantau menyisir area sungai mulai pukul 13.50 WIB hingga 14.25 WIB, sebelum akhirnya menggelar dialog darurat untuk merumuskan langkah penanganan jangka pendek dan panjang terkait tata kelola aliran Sungai Lesti.
Sinyal Bahaya: Luapan Lesti Mulai Merembet ke Pemukiman
Lambatnya normalisasi sungai dan perbaikan dam ini mulai menebar ancaman nyata. Hanya berselang sehari sebelum peninjauan Sekda, tepatnya pada Senin (2/11/2026), luapan Sungai Lesti dilaporkan menjebol pertahanan wilayah tetangga.
Dua warung dan satu rumah warga di Dusun Krajan, Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran, terendam banjir luapan dengan ketinggian air mencapai 20 sentimeter. Bangunan terdampak tersebut diketahui milik tiga warga setempat, yakni Daim (62), Sukardi (64), dan Sukri (60).
Beruntung, kesiapsiagaan petugas gabungan dan warga yang bergerak cepat membersihkan material kayu serta sampah yang menyumbat jembatan berhasil mengurai sumbatan air. Otoritas setempat bahkan harus berkoordinasi darurat dengan pihak PJT Sengguruh untuk membuka pintu air demi menurunkan sisa debit banjir. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Malang.
Kini, janji “solusi pasti” dari kunjungan lapangan Sekda Budiar dinanti para petani Bantur. Publik menunggu apakah sisa akhir tahun anggaran 2026 ini akan menjadi titik balik perbaikan Dam Sungai Lesti, ataukah kunjungan tersebut hanya akan berakhir sebagai agenda seremonial di tengah ancaman gagal panen yang menghantui masyarakat. (den)



