Lumajang

BKD DPRD Lumajang Tanggapi Aduan Terkait Beredarnya foto Kontroversial Diduga Mirip Ketua Dewan

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATIM – Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kabupaten Lumajang tanggapi aduan/laporan dari MPM (Masyarakat Peduli Moral) Lumajang terkait beredarnya foto kontroversial di media sosial yang diduga mirip Pimpinan DPRD Kabupaten Lumajang.

Hal tersebut disampaikan Ketua BKD DPRD Lumajang  Bambang Riyadi saat ditemui di Kantor DPRD Lumajang, Rabu (20/11/2024).

“Iya, benar BKD sudah menerima pengaduan terkait persoalan itu,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, untuk saat ini dirinya masih fokus pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kami masih fokus soal APBD, jadi pimpinan belum menurunkan rekomendasi untuk melanjutkan ke langkah berikutnya,” jelasnya.

Sementara itu, terkait aduan dirinya masih meneliti, mendalami dan juga masih menunggu rekomendasi dari pimpinan, serta menunggu hasil dari APH (Aparat Penegak Hukum). 

“Selain itu, kan beliau sudah melaporkan ke aparat penegak hukum. Jadi, kami juga menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan dari sana untuk menjadi dasar keputusan BKD,” tambahnya.

Masih menurut Bambang  jika dugaan tersebut terbukti melanggar kode etik, BKD tidak akan ragu memberikan sanksi. Sanksi yang diberikan bisa berupa pencopotan dari Alat Kelengkapan Dewan (AKD), sementara untuk status keanggotaan dewan akan diserahkan kepada partai pengusung.

“Kalau terbukti melanggar etik, kami di BKD tidak segan menindak, meskipun hanya sebatas sanksi etik,” tegasnya.

Terpisah Holik salah satu angota MPM saat di konfirmasi melalui selulernya membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan aduan/pelaporan kepada Badan Kehormatan Dewan (BKD) selasa (19/11/2024) terkait adanya foto kontroversial yang telah beredar di publik, MPM meminta BKD segera menindak lanjuti.

Tujuannya, mencari titik kebenaran yang menurutnya merupakan ancaman yang tidak main main, di karenakan demi Marwah kabupaten Lumajang, Marwah DPRD Lumajang serta menyelamatkan kabupaten Lumajang dari Isu-isu Hoax.

“Iya kami kesana dalam rangka melaporkan ke Badan Kehormatan Dewan dan meminta BKD itu menindak lanjuti terkait isu tersebut, saya rasa BKD mempunyai Langkah-langkah untuk menindak lanjuti itu apakah benar atau Hoax,” ujarnya. 

Keadaan tersebut, menurut Holik sangat miris jika dilihat dari komentar-komentar yang ada di media sosial (tik tok), jika hal tersebut Hoax maka dirinya akan mendukung dan mendorong  pihak berwajib segera menangkap pelaku penyebar tersebut.

“Nah ketika itu Hoax maka kami tentu mendukung pihak kepolisian supaya segera menangkap pelaku pelaku pembuat Hoax tersebut,” tegasnya 

Dalam hal ini, Masyarakat Peduli Moral Kabupaten Lumajang meminta BKD real dalam menindak lanjuti.

“Jadi BK harus real dalam hal ini jangan ada yang di tutup-tutupi dalam hal ini karena ini urusannya sangat besar soalnya menyangkut Lumajang,” pintanya. (Rochim/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button