Buntut Perampasan Mobil Di Pos KTL Banyuwangi, Debitur Laporan Ke Mapolda Jatim

236 total views, 22 views today

BeritaNasional.ID,
BANYUWANGI – Peristiwa dugaan tindak pidana perampasan sebuah unit mobil Honda Mobilio Nopol P 1859 X yang terjadi di Pos Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) Karangente Banyuwangi pada 20 Juli 2018 lalu berbuntut panjang. Pasalnya sang debitur yang bernama Nurul Cholifah (45), meradang dan tidak terima diperlakukan semena mena oleh debt collectore PT Mandiri Tunas Finance yang saat itu bersama sama dengan beberapa oknum aparat Polres Banyuwangi.

Hingga pada Senin (6/8/18) kemarin, wanita yang tinggal di Perumahan Kertosari nomor 7 Kelurahan Kertosari Banyuwangi ini pun mengusung laporan ke Mapolda Jawa Timur. Saat di Mapolda, tidak tanggung tanggung, Nurul melaporkan dua perkara. Pertama, wanita berkerudung asal Desa Dadapan Kecamatan Kabat ini melaporkan delik perampasan mobilnya yang dilakukan oleh Rojik dkk, debt collectore finance cabang Jember, dan kedua mengadukan keterlibatan oknum anggota Polres Banyuwangi ke Kabid Propam Polda Jatim karena dianggap tidak netral dan terkesan ikut ikutan ‘macak’ jadi debt collectore.

“Ini tanda bukti lapor saya tentang perampasan mobil Honda Mobilio oleh debt collectore PT Tunas Mandiri Finance Cabang Jember dan tanda terima pengaduan oknum anggota Polres di Propam Polda Jatim,” ujarnya sembari menunjukkan dua lembar kertas tersebut kepada media ini, Rabu (8/8/18) siang.

Saat di Mapolda Jatim, Nurul mengaku sudah menjawab dan menerangkan puluhan pertanyaan yang dilontarkan oleh tim Reskrim Mapolda Jatim. Puluhan pertanyaan tersebut, kata Nurul, ia jawab sesuai fakta dilapangan tanpa dia tutup tutupi apa adanya. “Termasuk bukti rekaman video saat kejadian perampasan mobil saya juga sudah saya serahkan kepada penyidik mas,” sergahnya.

Di Mapolda Jatim, Nurul mengaku diterima dengan baik oleh petugas yang ada. Bahkan segala sesuatu hal yang kurang kelengkapannya, semuanya juga dibantu petugas Mapolda untuk memenuhi persyaratan laporan dan pengaduannya. “Alhamdulillah, saya merasa saat di Mapolda Jatim benar benar mendapat perlindungan dan pengayoman sebagaimana mestinya. Saya apresiasi banget para polisi yang bertugas di Polda Jatim, terimakasih atas pelayanan yang telah diberikan dan yang pasti saya tunggu tindak lanjutnya,” cetus Nurul lagi.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman yang dikonfirmasi melalui Kabag Ops Kompol Samsodin terkait pola pendampingan yang seharusnya dilakukan oleh anggotanya namun tidak sesuai pelaksanaan dilapangan sebagaimana dalam video yang dikirimkan media ini, mengaku akan segera memberikan jawaban. “Sebentar mas, saya masih ada acara. Nanti ya,” jawabnya melalui sambungan seluler, Rabu (8/8/18) sore. Namun hingga Rabu malam dan berita ini ditayangkan, Kabag Ops Kompol Samsodin tak kunjung memberikan jawaban. (red)

Caption : Mobil Honda Mobilio saat diangkut paksa dengan derek oleh petugas PT Mandiri Tunas Finance dari Pos KTL Karangente Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *