KalimantanOpini

Diskusi Publik FMN : IKN Tingkatkan Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi di Kaltim

SAMARINDA, BERITANASIONAL.ID – Kehadiran IKN dengan sejumlah ASN di Prov. Kaltim berdampak pada tantangan terhadap masyarakat lokal. Untuk menghadapinya, upaya pengembangan SDM Kaltim melalui peningkatan kualitas  perguruan tinggi harus diperhatikan.

Selain itu, pembangunan IKN agar mengutamakan pemerataan dengan tidak terkonsentrasi di Kab. PPU saja. Demikian juga dengan perolehan proyek IKN, tidak hanya dilaksanakan oleh BUMN saja, tapi juga perusahaan-perusahaan lokal demi terciptanya pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan adanya hal tersebut, tentu trigger ekonomi akan terjadi di sekitar IKN,seperti dengan adanya keramaian atau hal baru tentu akan mendorong pergerakan ekonomi di masyarakat.

Demikian benang merah dari diskusi publik bertema “IKN Nusantara Meningkatkan Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Timur” yang diselenggarakan Forum Milenial Nusantara di TCO Coffee Jalan Banggeris No 11, Samarinda,  Sabtu (1/4/2023).

Dalam diskusi tersebut, menghadirkan  narasumber, antara lain Kabiro Pembangunan PemProv Kaltim, Ir Irhamsyah, ST.,MT, Akademisi FEB Universitas Mulawarman, Purwadi, SE., M.Si, Akademisi FEB Untag Samarinda, Dr. Ir. Meiki P, dan M. Reza Fadhilah DJ ( Kabid  Organisasi APINDO Kaltim).

Pendiri Forum Milenial Nusantara, Husain Firdaus dalam sambutannya mengatakan dengan kegiatan diskusi  ini para pemuda maupun mahasiswa dapat memberikan pemikiran kritisnya sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah pusat maupun Badan Otorita itu sendiri agar kita tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan IKN.

Seminar bertema “IKN Nusantara Meningkatkan Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi di Kaltim” merupakan inisiasi dari Forum Milenial Nusantara dalam rangka sosialisasi  kepada kalangan pelajar dan mahasiswa terkait pemindahan IKN. Serta mengedukasi kaum milenial, khususnya  mahasiswa agar dapat mempersiapkan diri untuk nantinya dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan IKN. (FMN)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button