Wartawan BeritaNasional.ID Terdaftar Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
Daerah

Eksekutif Tanggapi PU Fraksi DPRD Banyuwangi Atas diajukannya Raperda APBD 2018

image_pdf

BeritaNasional.ID,
BANYUWANGI, – Setelah fraksi-fraksi DPRD menyampaikan Pemandangan Umum (PU) atas diajukannya Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyuwangi tahun anggaran 2018, Senin (20/11/17), giliran eksekutif menyampaikan penjelasan atas PU fraksi-fraksi tersebut. Penjelasan eksekutif  ini disampaikan oleh Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf  Widyatmoko, dalam Rapat Paripurna di kantor DPRD Banyuwangi, Selasa(21/11/17).

Paripurna yang beragendakan penyampaian jawaban bupati atas PU fraksi tersebut, dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Yusieni dari Fraksi Demokrat. Mengawali penjelasannya, Wabup Yusuf menanggapi PU yang datang dari berbagai fraksi, diantaranya fraksi Partai Demokrat. Fraksi Partai Demokrat menilai proyeksi keuangan antara RPJMD, RKPD, KUA dan PPAS hingga RAPBD tahun 2018 belum ada sinkronisasi baik dari sisi pendapatan, belanja maupun pembiayaan.    

“Sinkronisasi antar dokumen lebih diarahkan pada kebijakan, strategi, prioritas dan program bukan pada besaran proyeksi anggaran. Kebijakan, strategi, prioritas dan program yang ada pada RPJMD harus menjadi acuan pada RKPD, demikian pula selanjutnya prioritas dan program KUA dan PPAS menjadi acuan dalam RAPBD,” ujarnya.    

Ditambahkan Wabup, proyeksi besaran pagu anggaran terus bergerak, menyesuaikan dinamika makro ekonomi yang sangat dinamis, kemampuan penerimaan negara yang berubah sehingga mempengaruhi besaran alokasi dana transfer, dan berbagai variabel lainnya, sehingga proyeksi pendapatan dan belanja sebagaimana tertuang dalam RPJMD berbeda dengan RKPD, KUA dan PPAS, serta RAPBD.    

Terkait penerimaan PAD 2018, kata Wabup, proyeksi kenaikan PAD dalam APBD Tahun Anggaran 2018 menjadi sebesar 527,3 milyar atau naik sebesar 36 persen yang disandingkan dengan proyeksi PAD dalam APBD Induk Tahun Anggaran 2017 yaitu sebesar 388,6 milyar, hal ini  sesuai dengan amanat dalam RPJMD 2016-2020 Kabupaten Banyuwangi yang kenaikannya sebesar 15 presen.  “Adapun upaya peningkatan kenaikan PAD terus Eksekutif lakukan dengan melakukan Intensifikasi dan Ekstensifikasi potensi PAD yang lebih intensif, masukan dan pengawasan dari pihak Legislatif,  Eksekutif jadikan  motivasi dalam upaya peningkatan PAD kedepannya,” kata Wabup.  

Selain fraksi Demokrat, Wabup juga berterima kasih atas dukungan fraksi Golkar-PAN terhadap sejumlah program pemerintah, seperti teknologi informasi sebagai instrumen pemerataan pembangunan dan memberikan kemudahan akses layanan publik bagi warga, memberikan kecepatan dan efisiensi di bidang pelayanan publik, serta akuntabilitas perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program pembangunan. Pembangunan fiber optic hingga ke desa terus kami dorong untuk memastikan seluruh wilayah desa, kecamatan, terhubung dengan system informasi manajemen di  Kabupaten.

“Kami sampaikan terima kasih atas apresiasi dan dukungan Fraksi yang terhormat terhadap penguatan program Smart Kampung sebagai sarana pengembangan desa terintegrasi yang memadukan antara penggunaan TIK  berbasis serat optic. Peningkatan kualitas layanan public, kegiatan ekonomi produktif, pendidikan–kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan serta administrasi kependudukan yang diselesaikan di tingkat desa.
Program ini terus kami dorong hingga diterapkan pada keseluruhan desa (189) di Kabupaten Banyuwangi,” ujarnya.  

Wabup juga menyampaikan, eksekutif menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan dukungan Fraksi yang terhormat bahwa fokus prioritas 2018 diarahkan pada kebijakan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang berkeadilan, pertumbuhan yang dapat dinikmati oleh seluruh penduduk Banyuwangi secara merata, disertai upaya menekan kesenjangan dan peningkatan pemerataan distribusi pendapatan antar kelompok masyarakat dan antar wilayah.

“Kami juga terus mendorong prinsip-prinsip kebersamaan, kegotongroyongan dan partisipasi dalam setiap aktifitas pembangunan daerah, antara lain melalui Program Rantang Kasih, Bantuan Pendamping Masyarakat Miskin, Beasiswa Guru PAUD untuk peningkatan kapasitas SDM, Insentif Guru PAUD untuk peningkatan motivasi dan kinerja, Biaya hidup (uang saku) siswa miskin, dan Santunan wafat bagi penduduk miskin,” pungkasnya. (MH.Said)

Caption : Wabup Yusuf Widyatmoko saat menyampaikan tanggapan atas PU Fraksi DPRD Banyuwangi

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close