Daerah

Fantastic Colour Run Rayakan Warna Warni Keceriaan Untuk Situbondo Inklusif

BeritaNasional.ID, SITUBONDO – Komunitas difabel Situbondo dan Jawa Timur, olahragawan, anak-anak, pemuda, hingga orang tua meramaikan acara Fantastic Colour Run yang bertema “Warna Warni Keceriaan Situbondo Inklusif”. Acara ini diselenggarakan oleh Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDiS), bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo, KONI Situbondo, dan didukung oleh The Asia Foundation Program Peduli menggelar Funtastik Colour Run, Minggu (1/3/20).

Hadir Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH, Ketua KONI Situbondo Reno Widigdyo SH, Kepala OPD Pemkab Situbondo, Wakil Ketua TP PKK Hj. Sri Susilowati SE, Ade Siti Barokah dari The Asia Foundation Program Peduli dan Ranie Hapsari dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM Jogja serta tamu undangan lainnya.

Lebih dari 2000 pelari ikut serta di acara Fantastic Colour Run dengan berbagai kategori. Diantaranya Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), umum, serta disabilitas.

Subaeri, salah satu peserta Fantastic Colour Run kategori disabilitas yang menjadi juara favorit adalah satu-satunya peserta dengan kursi roda yang menyelesaikan pada jalur non-disabilitas dengan catatan waktu 30 menit. Subaeri yang berasal dari Bangkalan, Madura ini mengatakan, kegiatan tersebut adalah kali pertama ia ikuti.

“Saya datang dari Bangkalan, Madura. Saya baru pertama kali mengikuti acara ini dan alhamdulillah bisa menang,” ucapnya gembira.

Pantauan awak media ini, terkait penyandang disabilitas kerap mendapatkan stigma kurang mengenakkan di masyarakat. Banyak orang yang merasa kasihan, menjadikan orang dengan disabilitas sebagai sumber inspirasi, serta menganggap mereka tidak dapat mandiri. Namun hal tersebut tidak tampak di Kabupaten Situbondo. Di kabupaten ini lah pertama di Jawa Timur yang mendeklarasikan komitmennya menjadi Kabupaten Inklusif di tahun 2018. Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo terlihat dari berbagai layanan publik yang telah berbenah, seperti kantor-kantor pemerintahan, rumah sakit, bank, masjid, dan berbagai layanan publik lainnya. Selain infrastruktur, petugas dan layanannya pun lebih inklusif dan dapat diakses orang dengan disabilitas.

Komitmen pemerintah ini perlu didukung pula oleh masyarakat. Melalui acara Fantastic Colour Run, PPDiS, Pemkab Situbondo mengajak masyarakat menyingkirkan stigma negatif terhadap penyandang disabilitas serta bersama-sama berkontribusi mewujudkan kabupaten yang lebih inklusif.

“Lebih dari 5 ribu kupon donasi telah terjual di acara ini. Sungguh luar biasa ! Terima kasih kepada masyarakat Situbondo yang telah berpartisipasi. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membangun fasilitas di sekolah agar lebih ramah terhadap penyandang disabilitas,” ujar Luluk Ariyantiny, Ketua PPDiS.

Ditambahkan Luluk, ada 2000 lebih pelajar ikut serta dalam kegiatan Fantastic Colour Run dengan berbagai kategori, diantaranya pelajar Sekolah Dasar, pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), umum, serta kaum disabilitas.

“Ribuan masyarakat Kabupaten
Situbondo baik tua maupun muda ikut meramaikan acara Fantastic Colour Run yang bertema Warna Warni Keceriaan Situbondo Inklusif,” jelas Luluk.

Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini, imbuh Luluk, antara lain untuk membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, pemerintah, lembaga sosial, media, maupun lembaga terkait lainnya terhadap isu disabilitas. Selain itu untuk membangun jejaring komunikasi aktif antara disabilitas dengan disabilitas, disabilitas dengan pemerintah, serta disabilitas dengan masyarakat umum.

“Terpenting lagi untuk memberi ruang partisipasi dan pengembangan bakat terutama dibidang olahraga bagi disabilitas serta mengkampanyekan kepada masyarakat luas supaya menghapus stigma dan mengubahnya menjadi kepedulian bagi hak penyandang disabilitas dan untuk menggali prestasi di bidang olahraga,” jlentrehnya.

Karena sejauh ini, lanjut Luluk, penyandang disabilitas masih kerap mendapatkan stigma negatif ditengah masyarakat.

“Banyak orang yang merasa kasihan, menjadikan penyandang disabilitas sebagai sumber inspirasi, serta menganggap mereka tidak dapat mandiri. Padahal, sudah banyak kaum disabilitas yang mandiri dalam berbagai hal,” terangnya.

Selain acara lari, masyarakat yang hadir juga belajar mengenai bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi dengan penyandang difabel tuli. Dalam kesempatan itu, juga diselenggarakan talkshow yang dihadiri oleh Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan sekaligus aktivis disabilitas, Bahrul Fuad. Pertunjukan musik dari Silver Band juga turut memeriahkan acara berkolaborasi dengan Muhammad Jagad, salah satu anak berkebutuhan khusus.

Fantastic Colour Run diharapkan bisa membekas di masyarakat Situbondo, selain sebagai sebuah kegiatan ceria yang merayakan keberagaman, dan juga dapat mengubah persepsi dan perilaku masyarakat dalam berinteraksi dengan penyandang disabilitas.

“Semoga acara ini dapat menginspirasi daerah daerah lain di Jawa Timur dan Indonesia untuk mulai berkomitmen mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif terhadap penyandang disabilitas dengan melibatkan semua pihak. Baik itu penyandang disabilitas itu sendiri, pemerintah daerah, dan masyarakat,” pungkasnya. (Sony) 

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close