ACEH

Hendra: Dilema Gas LPG yang tak Bertepi, Pemda Harus Lebih Agresif

image_pdf

Gayo Lues-BeritaNasional.ID-Tingginya harga jual gas LPG 3 Kg di pedagang eceran terutama di wilayah Kecamatan Blangkejeren, seakan menjadi delema yang tak bertepi. Menjadi keluh kesah masyarakat terutama kalangan bawah. Ironis memang, penomena ini kian tak berujung, justru semakin rumit dan terus menjadi-jadi. Belum lagi, ketersediaanya kadang-kadang sulit didapati.

Hari ini saja, gas LPG 3 Kg di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh  tembus 28 hingga 30 ribu rupiah per-Kg di pedagang eceren. Padahal, sudah jelas berapa HET yang ditetapkan pemerintah.

“Kalau saya tidak salah, pada tahun 2018 Pemda sudah membuat daftar HET dan harga termahal hanya untuk Kecamatan, Putri Betung, Pining, Terangun dan Tripejaya sebesar 25 ribu rupiah,” jelas Hendra, Ketua Laki kabupaten Gayo Lues, Jum’at, (16/08/2019).

Sedangkan, untuk Kecamatan Blangkejeren, Belangpegayon dan Dabun Gelang HET yang ditetapkan Pemda Gayo Lues hanya 22 ribu rupiah.

“Sayang, pada kenyataannya harga yang didapati mencapai 28 hingga 30 ribu ruah di Kecamatan Blangkejeren,” kesalnya.

Hendra, meminta pemerintah lebih serius menangani permasalahan sedemikian, apalagi yang berkaitan dengan kepentingan kalangan masyarakat banyak.

“Tak usah, muluk-muluk dengan program-program yang hanya membingungkan masyarakat. Selesaikan dulu soal gas LPG 3 Kg dan juga permasalahan harga minyak sere wangi. Masyarakat, butuh kejelasan ini,” tegasnya Hendra.

Ketua Ormas Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Gayo Lues ini juga meminta penangan permasalahan ini lebih agresif dari pemerintah Kabupaten Gayo Lues terutama soal penerapan aturan dan hukuman bagi pelanggar aturan yang telah dibuat agar ada epek jera, sehingga tidak lagi berbuat sesuka hati.

“Termasuk, menindak semua oknum-oknum yang bermain dalam permasalahan ini. Jangan hanya menjadi rencana dan agenda. Apalagi aturannya sudah dibuat,”bebernya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close