IAKN Kupang Buktikan Eksistensi Seni Keagamaan Modern Lewat Konser ‘Nada dan Emosi’

BeritaNasional.ID, KUPANG – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang sukses menggelar konser musik kampus bertajuk “Nada dan Emosi: Melodi untuk Bumi, Harmoni untuk Sesama” pada Kamis, 11 Desember 2025.
Bertempat di Taman Nostalgia Kupang, acara yang diinisiasi oleh Fakultas Seni Keagamaan Kristen (FSKK) ini memukau ratusan penonton dan menjadi ruang ekspresi bagi talenta-talenta seni terbaik IAKN Kupang sekaligus jembatan untuk mendekatkan kampus dengan masyarakat.
Konser tersebut tampil sebagai pertunjukan yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga sarat makna pendidikan.
Dekan FSKK, Relin Yosi Huka, dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa konser ini merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk memperlihatkan kemampuan seni yang telah mereka pelajari selama satu semester.
“Konser ini adalah bentuk nyata bagaimana kampus menyiapkan mahasiswa untuk bisa menampilkan karya yang mereka dapatkan di kelas dalam bentuk pertunjukan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sebagian mahasiswa bahkan memanfaatkan panggung tersebut sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester dalam format pertunjukan langsung di hadapan publik.
“Kami mengintegrasikan konser ini dengan proses akademik, di mana ada mahasiswa yang melaksanakan ujian akhir semester dalam format pertunjukan langsung di hadapan masyarakat luas,” tambah Relin.
Lebih jauh, Relin berharap kegiatan ini menjadi energi baru bagi pengembangan kreativitas mahasiswa.
Ia berkomitmen menjadikan konser seperti ini sebagai agenda rutin setiap akhir semester agar mahasiswa terus mendapatkan ruang berkarya yang relevan dan bermakna.
Dukungan terhadap acara ini juga datang secara penuh dari pimpinan kampus.
Wakil Rektor I, Maryon Daniamaputra Pattinaja, menegaskan bahwa konser musik kampus bukan sebatas pengembangan minat dan bakat semata, tetapi juga sarana strategis untuk membangun hubungan emosional antara kampus dan masyarakat.
“Pimpinan IAKN Kupang memberikan dukungan penuh. Kegiatan ini tidak hanya memfasilitasi kreativitas, tetapi juga menjadi salah satu media efektif untuk mendekatkan IAKN Kupang kepada masyarakat,” ujarnya.
Maryon menekankan bahwa panggung tersebut merupakan milik bersama.
“Panggung ini adalah milik bersama, seluruh masyarakat. Ini diinisiasi oleh IAKN Kupang sebagai bentuk kontribusi kami dalam memperkaya khasanah seni dan budaya di Nusa Tenggara Timur,” tuturnya.
Konser “Nada dan Emosi” berhasil menyuguhkan perpaduan harmonis antara musik keagamaan dengan sentuhan modern.
Pertunjukan demi pertunjukan menggambarkan pergerakan seni yang progresif dan berkualitas, sekaligus menegaskan bahwa IAKN Kupang tidak hanya unggul dalam akademik spiritual, tetapi juga menjadi pusat inkubasi seni yang dinamis di Kota Kupang.*
Alberto/Bernas



