Kemampuan APBD Hanya Bisa Bangun Jalan 20Km, Sementara Jalan Rusak 494Km
Ansori : Solusinya Mencari Anggaran Ke Pemprov Jatim dan Kementrian PU. Pembangunan Jalan Kaligedang - Sumberejo Prioritas Bupati

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Bupati Bondowoso, KH. Abd. Hamid Wahid dan Wakil Bupati Ra As’ad Syafi’I Yahya menggagas program Rantas (Infrastruktur tuntas). Dalam rangka memfokuskan pembangunan pada sector jalan raya, jembatan, dan saluran irigasi.
Tapi sayangnya, rencana tersebut harus dijalankan dengan penuh inovasi. Karena Pemerintah Pusat mengeluarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 dan KMK Nomor 29 Tahun 2025. Isinya, dana Transfer Ke Daerah (TKD) dipangkas Rp 50,59 triliun.
Bahkan, anggaran infrastrukur tahun 2025 di Kabupaten Bondowoso dikepras 100 persen oleh pemerintah pusat. Untuk pembangunan jalan menuju objek wisata di kawasan Kecamatan Ijen, Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) mulai meninjau jalan menuju objek Taman Galuh di Desa Sumbe Rejo.
Rencana Dinas BSBK, jalan yang akan dibangun menuju destinasi wisata Taman Galuh yang melintasi Afdeling Watu Capil. Jalan tersebut menghubungkan Desa Sumber Rejo dengan Desa Kaligedang.
“Hasil survey ke lokasi, ada sekitar 6 km dari Desa Kaligedang menuju Sumber Rejo jalan yang perlu diaspal. Jalan tersebut multifungsi, karena digunakan oleh wisatawan, baik domestic maupun asing, trnsaportasi hasil pertanian, dan lain-lain,” kata Ansori, Plt Kepala Dinas BSBK.
Menurut Ansori, jalan menuju destinasi wisata merupakan program prioritas Bupati KH. Abd. Hamid Wahid. Harapannya, wisatawan banyak menuju destinasi wisata yang pada ahirnya akan menambah PAD.
Kalau kita amati jalan yang rusak atau jalan yang akan diaspal, berbanding terbalik dengan anggaran yang disiapkan oleh pemerintah. Apalagi anggaran untuk Dinas BSBK, akibat efisensi, menjadi Rp 0 dari APBN.
Oleh sebab itu, agar datanya akurat, sehingga anggaran tepat sasaran, Dinas BSBK melakukan validasi ke lapangan untuk mengetahui kerusakan jalan, jembatan, saluran irigasi, waduk dan drainase kota, yang membutuhkan anggaran.
Dari hasil validasi nanti akan dikategorikan infrastruktur yang rusak ringan, sedang, dan berat. Hasil validasi, jalan dengan rusak ringan dan berat sepanjang 494 kilometer. Sehingga tidak bisa mengandalkan APBD.
“APBD hanya mampu memperbaiki jalan sepanjang 20 kilometer saja. Sementara anggaran yang dibutuhkan Rp1,9 triliun. Solusinya, mengupayakan anggaran Pemprov Jatim dan Kementerian PU turun ke Bondowoso,” jelasnya. (Syamsul Arifin/Bernas)



