Kolaborasi DPRD dan Karang Taruna, Irfan Pahri Putra Tegaskan Pentingnya Sinergi Sosial di Polman

BeritaNasional ID POLMAN SULBAR–Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Irfan Pahri Putra, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi sosial dalam mempercepat pemerataan pembangunan serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Hal itu disampaikan Irfan dalam agenda kepemudaan dan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Polewali Mandar, yang dihadiri unsur masyarakat, tokoh pemuda, dan pengurus Karang Taruna Kabupaten Polman, organisasi yang ia pimpin.
Sebagai Anggota DPRD Sulbar Komisi IV yang membidangi urusan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, Irfan menilai peran komunitas sosial seperti Karang Taruna sangat strategis dalam memperkuat daya tahan masyarakat terhadap berbagai tantangan sosial ekonomi.
“Kami di DPRD terus mendorong agar kebijakan daerah berpihak pada penguatan lembaga sosial masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri — perlu dukungan komunitas di akar rumput agar program pembangunan betul-betul dirasakan oleh rakyat,” ujar Irfan Pahri Putra.
Ia juga menegaskan, DPRD Sulbar berkomitmen mengawal program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, terutama di bidang kesejahteraan sosial, pemberdayaan pemuda, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Sebagai Ketua Karang Taruna Polman, Irfan menyoroti pentingnya menciptakan ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah. Ia menilai, generasi muda Sulbar harus hadir sebagai motor penggerak perubahan sosial yang kreatif dan solutif.
“Karang Taruna bukan hanya wadah kegiatan sosial, tapi juga sekolah kepemimpinan bagi anak muda. Kita ingin pemuda Sulbar punya semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial tinggi terhadap lingkungannya,” tambahnya.
Irfan menyebut, Komisi IV DPRD Sulbar tengah memperjuangkan peningkatan alokasi anggaran untuk program pemberdayaan masyarakat dan kegiatan sosial kepemudaan dalam pembahasan APBD 2026. Langkah itu, kata dia, menjadi bentuk komitmen agar pembangunan sosial tidak tertinggal dari sektor lain.
Kegiatan yang dihadiri Irfan berlangsung penuh antusiasme, diwarnai dialog terbuka antara DPRD dan masyarakat mengenai isu-isu sosial di tingkat desa, termasuk masalah pengangguran, pendidikan nonformal, serta pemberdayaan ekonomi kreatif.
“Kami akan terus menjembatani aspirasi masyarakat ke tingkat kebijakan. Setiap masukan dari bawah menjadi dasar perjuangan kami di DPRD,” tutup Irfan



