Daerah

Korban Tidak Kenal Dengan Istilah NPWP, KUR, dan SKU

Dugaan Keterlibatan Oknum Bank Jatim Semakin Menguat

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Untuk yang pertama kalinya Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso memeriksa korban pinjaman Kredit Usha Rakyat (KUR) abal-abal yang dikeluarkan oleh Bank Jatim.

Saiful Rijal, SH, Penasehat Hukum dari 6 korban yang diperiksa Kejari membenarkan ini pemeriksaan yang pertama. Korban ditanya oleh Penyidik kronologi sehingga mendapatkan pinjaman KUR senilai Rp 100 juta.

“Klien kami menjawab sesuai yang dialami saat dihubungi terlapor. Bahwa pihak yang mengatasnamakan coordinator tersebut yang juga sebagai pelaku, RAZ, akan mengklaim bonus dari Bank Jatim senilai Rp 100 juta,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, dua oknum pegawai Bank Jatim, salah satunya berinisial DTK yang juga ikut menyampaikan pada korban akan mengklaim bonus Rp 100 juta. Jika korban berkenan menyerahkan KTP dan KK akan diberi hadiah Rp 1 juta.

Ditambahkan, sebetulnya korbannya ada 20 orang dan yang berani melapor hanya 6 korban. Para korban ini percaya, karena yang menyampaikan bonus dan hadiah tersebut bukan hanya RAZ, tapi dua oknum Pegawai Bank Jatim.

Pekerjaan enam korban yang melapor ini adalah pekerja serabutan. Sehingga tidak mengetahui cara untuk mendapatkan pinjaman KUR. Yang menjadi guide korban adalah RAZ dan dua oknom Pegawai Bank Jatim.

“Ketika 6 korban diminta menyiapkan KTP, KK dan foto di kebun kopi yang bukan miliknya oleh pelaku, mengikuti saja, tanpa ada kecurigaan sama sekali. Bahkan Surat Keterangan Usaha (SKU) dan NPWP juga diduga telah disiapkan oleh oknom tersebut,” jelasnya.

Yang lebih lucu lagi, keenam korban ini tidak mengerti dengan istilah NPWP, KUR, dan SKU. Anehnya, walaupun  mereka tidak mengenal istilah persyaratan yang harus dipenuhi, pinjaman ratusan tetap mengucur dengan mudah.

Oleh karena itu, Saiful Rijal berharap, agar Kejari Bondowoso tegak lurus menuntaskan kasus ini. Agar dikemudian hari, tidak ada korban lagi. Yang paling miris, Mohammad Faisol Warga Desa Sukorejo Kecamatan Sumber Wringin.

“Pekerjaan dia serabutan, rumah yang ditempati oleh dia, isteri, dan orang tuanya mengontrak. Kok tega-teganya oknom tersebut menipunya. Tidak punya ayah alias yatim,” kata Saiful Rijal yang diiyakan Jayadi. (Syamsul Arifin/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button