Nasional

Mendagri Apresiasi Perusahaan Swasta yang Peduli Lawan Covid-19

BeritaNasional.ID, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D., perusahaan swasta yang peduli dan ambil bagian dalam perang melawan Covid-19, termasuk Tanoto Foundation dan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia yang bekerja sama dengan PT.Wilmar Nabati Indonesia. Hal itu disampaikan Mengdgri pada saat penyerahan bantuan secara simbolis oleh kedua perusahaan tersebut di lobby Gedung A Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (17/04/2020).

“Kehadiran dari group Wilmar maupun dari group Tanoto Foundation ini, membesarkan hati kita semua. Menunjukkan kepedulian untuk bergotong royong menghadapi perang (melawan) Covid-19. Dan memang perang Covid-19 ini tidak akan bisa ditangani oleh satu pihak. Perlu ada kerjasama Pemerintah, Swasta dan seluruh elemen masyarakat,” kata Mendagri.

Pada kesempatan tersebut, Mendagri menganalogikan bahwa pandemi Covid-19 ini merupakan kondisi perang, yang mana membutuhkan senjata dan strategi yang matang untuk melawannya.

“Kita ingat mungkin dalam perang kemerdekaan kita dulu waktu melawan Belanda, semua bergerak,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan kelemahan-kelemahan Covid-19 berdasarkan dua penelitian dari Komisi Nasional Kesehatan Cina, virus tersebut sensitif dengan sinar ultaviolet dan panas, dan dapat suhu 56° C selama 30 menit, dan tidak kuat dengan pelarut lemak. Karena pembungkusnya adalah lemak, virusnya akan mati bila lemaknya dihancurkan dengan pelarut lemak.

“Nah, sekarang kita melihat bahwa Indonesia potensial, memiliki potensi untuk menyiapkan alat perang (untuk melawan Covid-19),” tuturnya.

Indonesia memiliki potensi yang luar biasa cukup, karena salah satu bahan dasar pembuatan sabun, detergen dan shampoo ialah minyak kelapa sawit. Seperti diketahui Indonesia merupakan penghasil kelapa sawit nomor satu di dunia, diikuti oleh Malaysia dan Thailand.

“Artinya kita memiliki peluang untuk menciptakan alat perang (terhadap Covid-19), menciptakan sabun, detergen,” tandas Mendagri.

Menurut mendagri hal tersebut juga dapat ditinjau sebagai peluang bisnis yang baik untuk menyelamatkan ekonomi Tanah Air. Sehubungan dengan demand yang tinggi untuk pemenuhan kebutuhan sabun/shampoo baik dalam maupun luar negeri akibat pandemic Covid-19.

“Saya membentuk tim untuk melihat dan merekap kebutuhan seluruh Indonesia, Provinsi/Kabupaten. Permintaan sangat tinggi dari daerah, mereka punya anggaran tapi barangnya yang kesulitan, dan ini sebenarnya potensi bisnis yang luar biasa untuk bisa menyelamatkan dan membantu ekonomi kita,” terangnya.

Berikut ini bantuan yang diberikan oleh kedua perusahaan swasta tersebut :

Pertama, Tanoto Foundation : 10.000 masker bedah, 1.000 baju pelindung hazmat, 20.000 sarung tangan, dan 50 kacamata.

Kedua, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia bekerja sama denga PT.Wilmar Nabati Indonesia : 200 jeriken detergen berbahan 90% sawit produksi dalam negeri untuk handsanitizer, yang mana masing-masing seberat 5 kg.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri tidak lupa mengingatkan dan memberi dorongan agar seluruh masyarakat Indonesia baik Pemerintah dan Swasta serta masyarakat tetap optimistis untuk bersatu melawan Covid-19.

“Inilah waktunya kita untuk bersama, Pemerintah, Swasta dan masyarakat. Sekali lagi terima kasih melalui acara yang singkat ini. Mudah-mudahanan ini bisa menginspirasi semua elemen bangsa Indonesia untuk bersatu melawan Covid-19,” pungkasnya.(Rls/BR)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close