Pegadaian Hadir di Bimtek SIPADES 3.0 Situbondo, Dorong Desa Melek Keuangan dan UMKM Naik Kelas

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Kantor Cabang Pegadaian Situbondo turut ambil bagian dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Aset Desa dan Implementasi Aplikasi SIPADES 3.0 yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Situbondo.
<span;>Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Wisata Bahari Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026).
Bimtek ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa guna mewujudkan tata kelola aset yang tertib, transparan, dan akuntabel.

Sekitar 300 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, operator SIPADES, serta camat se-Kabupaten Situbondo. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi pemaparan terkait penguatan literasi keuangan desa.
Perwakilan Pegadaian Cabang Situbondo, Adelia Sakia, memaparkan berbagai produk pembiayaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas.
Menurut Adelia, Pegadaian hadir sebagai solusi keuangan yang cepat, aman, dan terpercaya, baik melalui layanan pinjaman berbasis gadai maupun non-gadai.
“Pegadaian menawarkan berbagai alternatif pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari kebutuhan darurat hingga pengembangan usaha produktif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, layanan gadai di Pegadaian sangat beragam, di antaranya Gadai Emas, Gadai Non Emas, Gadai Kendaraan, hingga Gadai Tabungan Emas. Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh dana tunai dengan proses yang relatif mudah dan cepat, cukup dengan menjaminkan barang berharga seperti emas, kendaraan, maupun barang elektronik.
Selain itu, Pegadaian juga menyediakan layanan non-gadai seperti Pinjaman Usaha, Cicil Kendaraan, Cicil Emas, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah.. Produk-produk tersebut dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan dengan skema yang lebih fleksibel dan terjangkau.
Adelia menegaskan, kemudahan akses layanan juga didukung dengan hadirnya aplikasi Pegadaian Digital yang memungkinkan masyarakat mengajukan pinjaman secara daring.
“Melalui layanan digital, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor cabang untuk beberapa jenis transaksi. Semua bisa dilakukan secara praktis, cepat, dan aman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Situbondo, HM Imam Darmaji, mengapresiasi kehadiran Pegadaian dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, edukasi keuangan seperti ini sangat penting bagi aparatur desa.
Menurut Darmaji, peningkatan literasi keuangan menjadi kunci agar kepala desa dan perangkat desa terhindar dari praktik pinjaman ilegal dengan bunga tinggi yang dapat merugikan.
<l“Kami berharap aparatur desa semakin cerdas dalam mengelola keuangan dan tidak terjebak pinjaman ilegal. Pegadaian sebagai BUMN menjadi salah satu solusi pembiayaan yang aman dan terpercaya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan anggaran desa serta pemanfaatan layanan keuangan resmi yang berizin guna mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan seperti Pegadaian dapat terus diperkuat, sehingga mampu mendorong kemandirian ekonomi desa serta mempercepat pertumbuhan UMKM di Kabupaten Situbondo.
Dengan semakin meningkatnya pemahaman aparatur desa terhadap pengelolaan aset dan akses pembiayaan yang legal, desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang lebih maju dan sejahtera.



