Nasional

Pembukaan Asian Games 2018 Akan Dimeriahkan Para Seniman

image_pdf

BeritaNasional.ID Jakarta – Pembukaan pesta olahraga terbesar Asia, Asian Games 2018 Agustus mendatang melibatkan pekerja seni Tanah Air terbaik. Kesuksesan penyelenggaraan jelas menjadi konsentrasi utama bangsa Indonesia dalam menunjukkan kehebatan anak bangsa dalam menyelenggarakan event prestisius berskala internasional.

Herty Purba, Direktur Pembukaan dan Penutupan Asian Games 2018, menjelaskan bahwa putra-putri terbaik bangsa ini terpilih menjadi mitra penyelenggaraan Asian Games, bahkan komposisinya sekitar 90 persen dari total mitra khusus untuk opening ceremony berasal dari dalam negeri.

“Ini momennya kita untuk maju. Mulai dari Wishnutama kita tunjuk sebagai creative director ceremony, sampai Eko Supriyanto yang jadi koreografer Madonna dalam tim,” ucap Herty di Jakarta, Jumat (25/5/2028).

Talenta lain yang akan menyemarakkan seremoni pembukaan ada Denny Malik yang juga berpartisipasi sebagai koreografer, Addie MS dan Ronald Steven dari sisi musik, perancang busana Dynand Fariz hingga maestro seni rupa Indonesia, Sunaryo. Terkait penggunaan jasa mitra asing, Herty menjelaskan bahwa para konsultan tersebut digandeng karena pengalamannya berkarya di Olimpiade yang lalu.

“Kami ajak mereka ke sini karena pengalaman teruji, plus untuk transfer ilmu ke orang Indonesia. Ke depannya, kalau bisa kita lah yang jadi tenaga ahli terbaik di benua Asia,” tambah Herty.

Sementara untuk lagu juga semua karya seniman Indonesia. Contohnya saja lagu berjudul Bright As the Sunciptaan Ryan D’Masiv dinyanyikan oleh All Stars, penyanyi ternama Tanah Air yang terdiri dari Ariel Noah, Rian D’Masiv, Iman J-Rocks, Tantri Kotak, Cita Citata, Anji, Rizal Armada, Cakra Khan, Sheryl Sheinafia, Once Mekel, GAC, Ikke Nurjanah, Naga Lyla, Rossa, Virzha, Pia, Afgan, dan Delon.

Sedangkan lagu ofisial kedua ini hanya dinyanyikan oleh Ariel , Dea eks HiVi! dan NEV Plus dan berjudul Janger Persahabatan ciptaan Guruh Soekarnoputra.

Dari total mitra, panitia dan pekerja di penyelenggaraan Asian Games 2018, sekitar 90 persen berasal dari dalam negeri, termasuk para mitra BUMN. Mulai dari merchandise, sampai berbagai hal teknis merupakan karya anak bangsa.

“Mari kita tunjukkan bahwa karya Indonesia itu jelas high standard quality product and services. Intinya hanya anak bangsa yang bisa bikin Asian Games booming di Tanah Air,” ujar Herty.

Ia menjelaskan bahwa hanya teknologi dan sistem canggih saja yang menggunakan jasa dari mitra luar negeri. Sebagai informasi, beberapa penawaran teknis dari mitra lokal juga lebih tinggi dari mitra asingnya.

Legacy atau warisan ilmu dan kemampuan inilah yang menjadi salah satu gol utama penyelenggaraan Asian Games yang merupakan event multicabang olahraga terbesar kedua di dunia. Mitra asing yang digandeng memilki pengalaman sebagai pelaksana di 10 olimpiade sebelumnya, termasuk event regional sekelas Asian Games.

“Mereka tidak kami tunjuk langsung, tetapi ikut proses yang sesuai aturan dan transparan,” ucap Creative Director Opening Ceremony Asian Games, Wishnutama.

Hal ini sejalan dengan semangat yang dibawa oleh Bung Karno ketika Asian Games 1962 dulu. “Dari Asian Games lalu, terbukti kan kalau GBK tetap kita pakai sampai sekarang. Nah, sekarang bukan hanya teknologi maju yang kita terapkan di venue, tapi juga ilmu dan kemampuan dalam menyelenggarakan acara berskala internasional, yang sangat bermanfaat untuk generasi mendatang,” tambahnya.

“Saya sebagai anak bangsa sangat bangga di percaya menjadi salah satu yang terlibat dalam pelaksanaan event akbar ini yg merupakan kesempatan luar biasa yang amat jarang terjadi,” pungkasnya. (dki1/bn.id)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close