Lumajang

Perkuat Ketangguhan Desa dan Sekolah Aman Kondusif, Siap Siaga dan Inovasi Dalam Menyusun Dokumen RPB

BeritaNasional.ID LUMAJANG JATIM – Sinergi lintas sektor dalam membangun ketangguhan bencana di tingkat tapak terus diperkuat. Program KONDUSIF (Kolaborasi untuk Desa Tangguh dan Inklusif) bersama SIAP SIAGA, bermitra dengan Program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), memfasilitasi penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) dan Rencana Aksi Penanggulangan Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (Renaksi PB-API) Desa.

Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, pada Selasa (23/12/2025). Forum diskusi ini menjadi langkah krusial untuk memastikan Desa Sidorejo memiliki panduan operasional yang terstruktur dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus mengintegrasikan keselamatan satuan pendidikan ke dalam perencanaan desa.

M. Solekhan, selaku Project Officer (PO) GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) dari KONDUSIF SIAP SIAGA, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari tahapan penyusunan RPB sebelumnya. Menurutnya, dokumen RPB Desa adalah dokumen strategis komprehensif pada seluruh bidang Pengurangan Risiko Bencana (PRB) untuk periode 5 tahun.

Namun, Solekhan menekankan urgensi waktu dalam penyelesaian dokumen ini. “Bentuk operasionalnya harus segera tersusun sebagai dasar turunan dari RPB ini. Mengingat dalam waktu dekat kita akan memasuki bulan Puasa, target ini harus segera tercapai karena kita masih memiliki banyak agenda panjang untuk memastikan ketangguhan masyarakat benar-benar terbangun,” ujar Solekhan memberikan arahan kepada peserta.

Dokumen ini nantinya tidak hanya berdiri sendiri, melainkan menjadi dokumen yang tidak terpisah dari perencanaan desa baik RPJM Desa maupun RKP Desa. Hal ini penting agar penanggulangan bencana menjadi bagian dari pelayanan minimal yang berhak diterima masyarakat.

Dalam sesi pendampingan teknis, Fasilitator PRB, M. Toif Nizar Fatoni, memberikan pencerahan mengenai filosofi dasar penanggulangan bencana. Ia mengajak 27 peserta yang hadir dari berbagai elemen masyarakat untuk mengubah pola pikir reaktif menjadi preventif.

“Rencana penanggulangan bencana harus didetailkan sekarang. Ingat, pencegahan itu ada dan dilakukan ketika situasi aman, bukan saat terjadi bencana. Fokus utama kita hari ini adalah mitigasi,” tegas Toif.

Pernyataan ini selaras dengan kerangka acuan kegiatan, di mana RPB disusun untuk mengurangi risiko bencana secara menyeluruh pada seluruh tahapan, mulai dari pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana.

Keunikan dalam penyusunan RPB di Desa Sidorejo ini adalah keterlibatan aktif sektor pendidikan melalui mitra program INOVASI. 

Hadir sebagai perwakilan sekolah sasaran INOVASI, Mistini dari MI Muhammadiyah Sidorejo Rowokangkung dan Aster Riko dari SD Negeri Sidorejo 01.

Kehadiran perwakilan guru ini memastikan bahwa perspektif perlindungan anak dan keamanan satuan pendidikan terakomodasi dalam dokumen perencanaan desa. Hal ini merupakan wujud nyata integrasi strategi di mana sekolah tidak lagi menjadi entitas yang terpisah dari desa dalam urusan keselamatan. Dengan masuknya aspirasi sekolah, RPB Desa Sidorejo diharapkan menjadi dokumen yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan warga sekolah.

Kepala Desa Sidorejo, Heru Subiantoro, di sela-sela kegiatan menyampaikan apresiasinya atas pendampingan intensif dari KONDUSIF SIAP SIAGA. Menurutnya, bagi wilayah Kabupaten Lumajang yang memang dikenal rawan bencana, keberadaan dokumen perencanaan yang matang adalah kebutuhan mutlak.

“Dengan adanya perencanaan penanggulangan bencana yang disupport penuh oleh KONDUSIF SIAP SIAGA, ini memberikan pemahaman mendalam ke masyarakat Lumajang, khususnya Desa Sidorejo. Harapannya kita bisa lebih siap dan terencana,” ungkap Heru.

Lebih jauh, dokumen RPB ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat agar tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal. Sesuai panduan KONDUSIF, salah satu tujuan pengembangan Destana (Desa Tangguh Bencana) adalah mengurangi ketergantungan pada Alokasi Dana Desa dan mulai mengupayakan sumber pendanaan alternatif serta optimalisasi swadaya masyarakat.

Penyusunan dokumen ini dilakukan dengan metode partisipatif dan inklusif, memastikan keterwakilan kelompok rentan termasuk perempuan, penyandang disabilitas, lansia, dan anak-anak, guna menghasilkan kebijakan yang berkeadilan. Dengan demikian, Desa Sidorejo diharapkan mampu menjadi model desa yang tangguh, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim demi keberlangsungan pembangunan di masa depan.

(red)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button