Daerah

PPL Sukowono Pujer Dikeluhkan Petani, Karena Lebih Rajin Ke Kantor Desa Mrawan Tapen

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Karena merangkap sebagai Pj Kades Mrawan Kecamatan Tapen, ahirnya Kusmiati tidak maksimal menjalankan tugasnya sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Kusmiati ditugas sebagai PPL di Desa Sukowono Kecamatan Pujer. Akibat terlalu sibuk sebagai Pj Kades, dampaknya pada petani binaannya. Mereka mengeluh karena untuk mendapatkan pupuk bersubsidi yang tercover di E-RDKK kesulitan.

“Petani Desa Sukowono yang mendapat subsidi pupuk dari pemerintah kesulitan untuk membelinya. Pasalnya, PPL yang bertanggung jawab lebih banyak ngantor di Desa Mrawan,” keluh sejumlah petani.

Menurutnya, Kusmiati datang ke Desa Sukowono hanya menemui Ketua Kelompok Tani (Poktan), tidak langsung menemui petani. Itupun kehadirannya menemui Poktan dalam seminggu dapat dihitung dengan jari.

Informasi yang kami dapat, lanjutnya, Bu PPL lebih sering ngantor di Balai Desa Mrawan ketimbang menemui petani binaannya. Padahal tugas sebagai PPL yang utaman, sedangkan Pj Kades hanya sampingan.

Sebelumnya diberitakan, Kusmiati dikeluhkan oleh petani Desa Sukowono karena jarang memberikan pembinaan pada petani. Disamping itu, PPL ini didiga telah menyewakan Tanah Kas Desa (TKD) Pemerintah Desa Mrawan.

Ketika dikonfirmasi, Kusmiati mengaku sudah mengatur jadwal, baik dalam menjalankan tugas sebagai PPL Sukowono Pujer maupun sebagai Pj Kades Mrawan Tapen. Tentang hasil sewa TKD, masuk pada rekening Pemdes Mrawan.

“Uang hasil sewa TKD tidak masuk rekening pribadi saya dan tidak digunakan untuk kepentingan saya. Tapi masuk pada rekening Pemdes Mrawan dan digunakan untuk kepentingan Desa,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), Hj. Haeriyah Yuliati, S.Sos, MM mengatakan, rangkap jabatan tidak dilarang, tapi jangan mengabaikan tugas utamanya sebagai PPL (Syamsul Arifin/Bernas)

 

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button