ACEH

Ratna Juwita Korban Bencana Simeulue Nantikan Perhatian Pemerintah

Berita Nasional.id, Sinabang– Ratna Juwita Janda Warga Gampong Leubang Simeulue, hanya bisa pasrah, setelah rumahnya rusak akibat banjir dan longsor yang terjadi baru baru ini.

Kini wanita Janda itu bersama tiga anaknya mengungsi sejak banjir melanda pekan lalu.

Sungai Leubang adalah salah satu sungai yang meluap saat itu akibat hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Simeulue-Aceh. Tidak cuma Banjir yang menimpa keluarga tersebut, Longsor atau abrasi bibir sungai juga mengakibatkan perkarangan rumah mereka terkikir dan terancam ambruk.

Sudah sepekan Keluarga tersebut harus menumpang di rumah warga lainnya yang ada di Kampung tersebut, guna menghindari musibah bagi keluarganya, sebab rumah yang terletak dibibir sungai sudah tidak berani dihuni lagi.

Kepada media ini, Jumat (1/11/19) Ratna bercetita, bahwa rumah yang dibangun oleh mendiang suaminya itu sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Selaku warga yang mendiami bibir sungai kondisi banjir sudah menjadi pemandangan setiap musim hujan tiba.

Namun debit air yang seperti terjadi tahun ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ratna menduga tingginya debit air yang mrnghantam lingkungan rumahnya akibat terhambatnya dasar sungai yang sudah mendangkal. Demikian halnya dengan kondisi abrasi juga langka terjadi sebelumnya.

“Kami tidak berani pulang kerumah, saya khawatir bila hujan kembali turun dan air meluap maka bisa bisa rumah kami roboh ke sungai,” aku Ratna Juwita.

Pada kesempatan tersebut Ratna berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk menangani rumahnya, supaya dapat terhindar dari bahaya dan kembali dapat ditempati keluarganya.

“Saya berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk menolong kami dan memindahkan rumah kami supaya kami dapat kembali kerumah dan beraktivitas seperti biasanya,” demikian pinta Ratna.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, menyebutkan bahwa pendangkalan sungai tersebut diakibatkan oleh pembangunan beronjong pengaman tiang jembatan dengan arus sungai yang cukup kencang mengakibatkan pusaran air mengikis bibir sungai hingga berakibat fatal bagi lingkungan dan rumah Keluarga Ratna Juwita.

Sementara Keuchik Gampang Leubang Gusti Amin yang dihubungi melalui saluran telepon, membenarkan abrasi yang menimpa lingkungan rumah Keluarga Ratna Juwita adalah efek dari benturan air yang ditahan oleh bangunan beronjong ditengah-tengah aliran sungai. Dan untuk menangani persoalan terdebut, diakui Gusti pihaknya sedang melakukan pengurusan kepihak terkait guna proses bantuan kepada keluarga yang berdampak banjir dan abrasi dapat disalurkan.

”Insyaallah sedang kita upayakan menyampaikan keluhan ini ke BPBD Kabupaten Simeulue dan pihak terkait lainnya, mudah mudahan dapat segera tertangani,” demikian jawab Keuchik Leubang, Gusti Amin. (Alis).

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close