Ragam

Sekprov Sulbar : IDI Sulbar 2018 Mencapai 71,46

image_pdf

Sulbar.Beritanasional.id — Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Sulbar 2018 mengalami kenaikan sebesar 3,72 poin atau 71,46, jika dibandingkan dari 2017 yang sebesar 67,74.

Hal tersebut disampaikan Sekprov Sulbar Muhammad Idris saat membuka Rapat Koordinasi Sosialisasi IDI 2018 dan Penguatan Pokja IDI Sulbar, yang berlangsung di Grand Maleo Hotel Mamuju, Kamis 21 November 2019.
“Alhamdulillah IDI Sulbar 2018 naik, walaupun sedikit tapi kita mengalami kenaikan jika dibandingkan di 2017,”kata Idris

Lanjut Idris mengatakan, jika dibandingkan dengan IDI nasional 2018 yang sebesar 72,39, maka capaian tersebut belum signifikan. Untuk itu, melalui kesempatan itu, Idris menekankan, untuk memajukan demokrasi di Sulbar dibutuhkan upaya mempertajam rencana aksi.

“Saya harap dalam pertemuan ini, tidak hanya membicarakan capaian IDI Sulbar secara nasional maupun lokal, namun dapat lebih jauh lagi membahas terkait upayaa mempertajam rencana aksi memajukan demokrasi di Sulbar,” tandas Idris

Kepada pihak Kemenkopolhukam Idris meminta, agar Sulbar dijadikan sebagai laboratorium untuk kemajuan demokrasi di Indonesia.

“Kalau boleh Sulbar ini dijadikan laboratorium aja, kalau itu bisa disepakati maka saya yang kebetulan dipercaya kawan-kawan mengkomandoi birokrasi, tentu kita akan memperkuat pengalokasian anggarannya,”pungkasnya.

Sementara Ka BPS Sulbar Win Rizal dalam paparannya, menyampaikan, terkait perkembangan tiga aspek IDI Sulbar dari 2017-2018, yakni kebebasan sipil, hak-hak politik dan lembaga demokrasi.

Dikemukakan, aspek kebebasan sipil 2018 mengalami kenaikan yang turut mempengaruhi meningkatnya IDI Sulbar secara umum.

“Indeks aspek kebebasan sipil pada 2018 sebesar 87,41 naik 13,85 poin dibanding 2017 yang sebanyak 73,56. Dengan peningkatan seperti ini berarti dalam kategori baik,”ucap Win.

Untuk aspek hak-hak politik, Win mengungkapkan, hal itu justru mengalami penurunan pada 2018 jika dibandingkan di 2017 dan masuk kategori buruk.

“Pada 2018 aspek ini sebesar 55,05, turun sebanyak 5,79 poin dari 2017 yang sebesar 60,84,”kata Win. Sedangkan, aspek lembaga demokrasi, Ia menjelaskan, aspek tersebut masuk kedalam kategori sedang, dimana 2018 sebanyak 77,45 naik 6,06 poin jika dibandingkan dari 2017 yang sebesar 71,39.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi, Anggota DPRD Sulbar Samsul Samad, Dewan Ahli IDI Dosen Universitas Parmadina Abdul Malik Kismar, Kepala Bidang Penguatan Demokrasi Kemenkopolhukam RI Kol. Inf. Sidik, Kepala Badan Kesbang Pol Sulbar Rahmat Sanusi serta jajarannya, Pokja IDI Sulbar, LSM serta undangan lainnya. (mhy)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close