Daerah

Terkait Sengketa Lahan, Sejumlah Massa di Wasile Selatan Blokade Jalan

BeritaNasional.ID, Haltim –Solidaritas Masyarakat Dan Pemuda Adat Suku Tobelo Boeng yang tergabung dalam dua Desa. Minamin dan Saolat Kecamatan Wasile Selatan Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, kembali menggelar aksi dengan blokade jalan lintas Haltim menuju Ibu Kota Provinsi. Rabu (18/8/2020). Masa aksi meminta Bupati Haltim agar secepatnya menyelesaikan sengketa lahan adat yang diduga sudah dicaplok oleh PT. IWIP.

Akibat pencaplokan tanah antara empat Desa berdasarkan peta yang dikeluarkan oleh Bupati Haltim Ir. Muh Din, yang dihadiri 24 Kepala Desa di Kecamatan Wasile Selatan, pekan lalu tepatnya Kantor Bupati Halmahera Timur, untuk membahas peta wilayah Desa yang masuk dalam wilayah konsesi PT. IWIP PT. WBN, hingga forum berakhir diwarnai protes terhadap Ir. Muh Din.

Masyarakat adat tobelo boeng kembali unjuk rasa dengan blokade jalan laintas HalamheraTimur, eksploitasi PT. IWIP dan PT. WBN dikawasan Halmahera Timur Kecamatan Wasile Selatan, menuai polemik agraria (tanah bermasalah) hingga Bupati dicecar sembilan tuntutan masa aksi.

Sementara Kordinator lapangan, Jondra Madam, “menjelaskan aksi hari ini menuai polemik dengan blokade jalan lintas Halmahera Timur, meminta Bupati Ir.Muh Din agar segara turun dan bertemu langsung dengan masa aksi,” kata Jondra saat di ditemui wartawan.

Dia juga menjelaskan apabila hari ini Bupati tidak bertemu dengan masa aksi maka blokade ini akan terus berlangsung hingga ada titik jelasnya,” ungkapnya.

Disela-sela aksi yang berlangsung itu salah satu orator perempuan Yulia Pihang, “menyebutkan Pemda Haltim harus tuntaskan masalah yang ada Kecamatan Wasile Selatan, soal operasi PT.IWIP dan PT. WBN yang kian beroperasi dalam wilayah tanah adat suku tobelo dalam dan tobelo boeng,

Yuli mengatakan Bupati Ir. Muh’Din harus segera mengungkapkan secapanya mafia tanah di PT. IWIP dan PT.WBN sesuai pernyataan Bupati saat hearing bersama masa aksi di empat Desa pekan lalu. Yuli bilang jangan asal bunyi tapi tidak mau mengupkan,” tandas orator perempuan itu sore tadi.(*)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close