Usulan Anggaran Dinas BSBK Senilai Rp300M Ke Bappenas Dapat Dukungan Dari DPRD

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Banyak cara yang dilakukan Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) untuk membangun infrastruktur di tengah efisiensi anggaran.
Salah satunya dengan anggaran sebesar Rp300 miliar kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Permohonan ini logis, karena di Bondowoso ada program Geopark yang diakui UNESCO.
Inovasi Dinas BSBK ini mendapat dukungan politik dari Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir. Menurutnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak cukup untuk membangun infrastruktur di Bondowoso.
“Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bondowoso tahun 2025 mencapai angka Rp302,0 miliar. Capaian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan sekitar 35,37% dibandingkan realisasi pada tahun 2021,” jelasnya.
Namun, lanjutnya, walaupun PAD Bondowoso meningkat hingga 35,37% dan Pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan hanya sekitar Rp17 miliar dalam setahun, belum mencukup untuk membangun infrastruktur di Bondowoso.
Oleh karena itu, kata politisi paling lama menjadi anggota dan Ketua DPRD, pihaknya mendukung Dinas BSBK yang mengusulkan anggaran pada Bappenas untuk membangun infrastruktur di Bondowoso.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bondowoso pada tahun 2026 tidak cukup membiayai seluruh usulan warga Bondowoso. Salah satu alternatifnya, mengusulkan bantuan pada Pemerintah Pusat.
“Pengajuan proposal anggaran pada Pemerintah Pusat bukan tanpa alasan. Bagi daerah yang destinasi wisatanya diakui oleh UNESCO, diminta untuk memaksimalkan potensi wisata, termasuk pembangunan infrastrukturnya,” kata Dhafir, sapaannya.
Peluang itulah yang dimanfaatkan oleh Pemkab Bondowoso melalui Dinas BSBK untuk mendapatkan tambahan anggaran membangun infrastruktur di kota yang dikenal dengan Kota Tepe ini. (Syamsul Arifin/Bernas)



