MamasaSulawesi BaratSulbar

Warga Sespa Mamasa Ngadu di Warkop to Mamasa: Belum Tersentuh Listrik, Tapi Tertimpa Tiang Listrik

BeritaNasional.ID.MAMASA SULBAR — Keluhan warga terkait belum masuknya aliran listrik PLN kembali mencuat di Kabupaten Mamasa. Seorang warga Dusun Salubanga, Desa Paladan, Kecamatan Sesenapadang, mengungkapkan kekecewaannya melalui grup Facebook Warkop to Mamasa, Sabtu (31/5/2025).

Keluhan tersebut disampaikan oleh Marthinus Tinus, perwakilan warga setempat, yang menyoroti lambannya realisasi sambungan listrik dari PLN. Ironisnya, meski belum menikmati penerangan, salah satu rumah warga di dusun tersebut justru menjadi korban robohnya tiang listrik.

> “Kami masyarakat Rantekira, Dusun Salubanga, Desa Paladan, Kecamatan Sesenapadang sejak tahun 2019 sudah beberapa kali mengajukan permohonan ke PLN Cabang Mamasa, bahkan sampai ke tingkat provinsi. Namun hingga kini hanya janji-janji yang kami terima,” tulis Marthinus.

 

> “Ini menunjukkan bahwa PLN selaku BUMN hanya mementingkan keuntungan tanpa memperhatikan rakyat, khususnya kami yang terdampak. Dan malam ini, rumah saudara kami tertimpa tiang listrik yang roboh. Padahal, kami belum pernah menikmati penerangan PLN sama sekali,” lanjutnya.

 

Marthinus juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah, khususnya kepada Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dan anggota DPRD Kabupaten Mamasa, Drs. Oktovianus, agar turun tangan memperhatikan nasib warga di daerah terpencil tersebut.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh wartawan media ini, Marthinus membenarkan bahwa seluruh wilayah Dusun Salubanga belum teraliri listrik sejak Kabupaten Mamasa berdiri.

> “Benar, kami belum menikmati listrik dari dulu. Bahkan rumah yang tertimpa tiang itu pun belum pernah dialiri listrik. Tapi malah jadi korban,” ujarnya.

Ia pun menegaskan kembali bahwa berbagai upaya telah dilakukan warga untuk mendapatkan listrik, namun belum membuahkan hasil.

> “Kami masyarakat berharap pemerintah benar-benar memperhatikan kami. Upaya ke PLN Cabang Mamasa sudah kami lakukan, tapi tak kunjung ada kejelasan,” tutup Marthinus.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya menghubungi PLN untuk mendapatkan konfirmasi lebih lan. (Jupran/Yn)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button