DKI Jakartatasikmalaya

Bupati Tasikmalaya Soroti Potensi Daerah dalam Forum Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Bupati Tasikmalaya Soroti Potensi Daerah dalam Forum Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Beritanasional.id – Jakarta,- Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka genap berusia satu tahun. Dalam rangka mengevaluasi capaian dan memperkuat sinergi pembangunan nasional, Forum Refleksi Satu Tahun digelar di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (14/10/2025). Forum ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku pembangunan untuk berdialog mengenai arah kebijakan menuju Indonesia yang mandiri, tangguh, dan inklusif.

Acara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube CNN Indonesia tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, kepala daerah, dan pakar kebijakan publik. Salah satu narasumber yang mencuri perhatian adalah Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, yang tampil pada Sesi II bertema “Menerjemahkan Asta Cita: Kepemimpinan Lokal dan Inovasi Daerah.”

Dalam sesi tersebut, Bupati Cecep memaparkan bagaimana Kabupaten Tasikmalaya menerjemahkan visi nasional ke dalam kebijakan lokal yang berbasis potensi daerah dan nilai-nilai kearifan lokal. Ia menekankan bahwa kekuatan utama Tasikmalaya terletak pada sektor keagamaan, pertanian, dan pariwisata, yang menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan.

“Tasikmalaya dikenal sebagai kota santri karena memiliki 1.440 pesantren yang tersebar di 351 desa di 39 kecamatan. Nilai-nilai religius ini menjadi dasar visi daerah, yaitu Kabupaten Tasikmalaya yang religius islami, maju, adil, dan makmur,” ujar Bupati Cecep.

Ia menambahkan bahwa karakter religius masyarakat Tasikmalaya bukan hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga menjadi modal sosial yang memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan. Pemerintah daerah, menurutnya, terus mendorong kolaborasi antara pesantren, komunitas lokal, dan pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif.

Dalam bidang ketahanan pangan, Bupati Cecep mengungkapkan bahwa Tasikmalaya memiliki kontribusi signifikan terhadap program swasembada nasional. Dengan luas wilayah sekitar 270 ribu hektar, sebagian besar lahan dimanfaatkan untuk pertanian produktif.

“Kami memiliki padi organik yang sudah diekspor, serta produksi ayam pedaging dan petelur yang melimpah. Ini menunjukkan bahwa daerah kami tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi pada pasar nasional dan internasional,” jelasnya.

Bupati juga menyoroti potensi ekonomi hijau dan biru yang mulai dikembangkan di Tasikmalaya. Ia menyebut kawasan pertanian di kaki Gunung Galunggung sebagai contoh pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Selain itu, hamparan kebun teh di Taraju dan Bojonggambir serta manggis unggulan dari Puspahiang telah menembus pasar ekspor, menunjukkan daya saing produk lokal di pasar global.

“Dari dataran tinggi hingga pantai selatan, Tasikmalaya memiliki kekayaan alam, budaya, dan religiusitas yang lengkap. Ini menjadi bekal untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional,” pungkasnya.

Kehadiran Bupati Cecep dalam forum tersebut mencerminkan pentingnya peran kepemimpinan lokal dalam menyukseskan agenda pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa inovasi daerah harus berjalan beriringan dengan semangat kolaborasi lintas sektor dan keberpihakan pada potensi lokal.

Forum Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi kebijakan antara pusat dan daerah, serta memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Asta Cita — delapan cita-cita pembangunan nasional melalui pendekatan yang adaptif, partisipatif, dan berbasis kekuatan lokal.

Laporan : Chandra Foetra S.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button