JenepontoSulawesi Selatan

Dorong Hilirisasi, Dosen Unhas Ajak Peternak ‘Tonroa Bersatu’ Olah Susu Kambing Bernilai Ekonomis

 

Beritanasional.ID-JENEPONTO– Potensi peternakan di Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, kini tak hanya sekadar soal penggemukan hewan. Melalui sentuhan inovasi dari Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas), para peternak yang tergabung dalam Kelompok Ternak “Tonroa Bersatu” mulai melirik teknologi pakan dan pengolahan hasil ternak yang lebih modern.

Kegiatan yang berlangsung intensif sejak Juli hingga Oktober 2025 ini diketuai oleh drh. Muhammad Ardiansyah Nurdin, M.Si. Bersama tim yang terdiri dari tiga dosen dan empat mahasiswa, mereka membawa misi khusus: mengubah pola pikir peternak dari sekadar pemeliharaan konvensional menjadi peternakan yang berorientasi bisnis dan teknologi.

Solusi “Tabungan Pakan” Saat Kemarau Salah satu masalah klasik yang kerap dihadapi peternak di wilayah ini adalah ketersediaan pakan saat musim kering, di mana peternak sangat bergantung pada pakan hijauan tunggal. Menjawab tantangan tersebut, tim Unhas memperkenalkan teknologi pembuatan silase berbasis limbah pertanian.

“Tantangan terbesar peternak kita adalah ketergantungan pada pakan hijauan tunggal yang sering langka saat kemarau. Melalui teknologi silase, kami ingin peternak memiliki ‘tabungan pakan’. Jadi, meskipun musim kering tiba, produktivitas ternak tidak terganggu dan bobot ternak tetap terjaga,” ungkap drh. Ardiansyah.
Hilirisasi: Dari Kandang ke Kemasan Tak berhenti di pakan, tim pengabdian juga menyasar sektor hilirisasi melalui teknologi pasteurisasi susu kambing. Langkah ini dinilai strategis karena selama ini peternak hanya menjual susu segar (raw material) yang harganya rendah dan mudah rusak.
Kepala Desa Kalimporo, Hasbibi Arsyad, menyambut positif transformasi ini. “Dulu warga kami hanya tahu jual susu murni, harganya sering jatuh dan cepat basi. Sekarang dengan teknologi pasteurisasi yang diajarkan tim Unhas, kami jadi paham cara mengolah susu yang awet, higienis, dan harganya lebih bagus. Ini membuka peluang usaha baru bagi keluarga kami,” ujarnya.

Lonjakan Pemahaman Peternak Keberhasilan program ini tidak hanya terlihat dari antusiasme peserta, tetapi juga terukur secara data. Berdasarkan evaluasi tim pengabdi, terjadi lonjakan pemahaman teknis yang signifikan di kalangan anggota kelompok ternak.
Sebelum pendampingan, pemahaman teknis pembuatan silase peternak sangat rendah dengan skor rata-rata 16, namun pasca-pelatihan angka tersebut melonjak drastis menjadi 84. Peningkatan serupa juga terjadi pada pemahaman mengenai higienitas dan mutu produk susu, yang naik tajam dari skor awal 32 menjadi 88. Data ini membuktikan bahwa metode pendampingan partisipatif efektif mengubah wawasan peternak Desa Kalimporo.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button