Jember

Kisah Yesita, Alumni Unmuh Jember yang Sukses Bangun Bisnis Domba sejak Kuliah

 

BeritaNasional.ID, JEMBER – Di saat sebagian mahasiswa sibuk memikirkan pekerjaan setelah lulus kuliah, Yesita Karel justru memilih jalan berbeda. Alumni Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Jember itu berani terjun ke dunia peternakan dan membangun usaha penjualan domba sejak masih duduk di bangku semester awal.

Perempuan asal Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, itu kini dikenal sebagai pemilik usaha Artisnya Domba Jember. Bisnis yang dirintis sejak 2017 tersebut tumbuh perlahan hingga mampu memberinya penghasilan untuk membayar uang kuliah sendiri, membeli kendaraan, hingga membantu renovasi rumah keluarga.

Pilihan menjadi peternak memang tidak biasa bagi perempuan seusianya. Namun, lingkungan tempat tinggal yang mayoritas dihuni peternak domba membuat Yesita akrab dengan dunia ternak sejak kecil. Ia terbiasa melihat aktivitas di kandang, proses perawatan ternak, hingga jual beli domba.

Dari situlah ia melihat peluang usaha yang bisa dikembangkan. Berbekal keberanian dan keinginan untuk mandiri secara finansial, Yesita mulai merintis usaha sambil menjalani perkuliahan.

“Saya ingin punya penghasilan sendiri. Dari kecil sudah melihat peluang itu ada di sekitar rumah, jadi saya memberanikan diri untuk mulai,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima BeritaNasional.ID, Selasa (19/5/2026).

Perjalanan membangun usaha tentu tidak selalu mudah. Di awal merintis bisnis, Yesita mengaku sempat dihantui rasa takut. Mulai dari khawatir dagangannya tidak laku, takut ditipu, hingga ancaman pencurian ternak.

Selain itu, ia juga harus belajar banyak mengenai dunia peternakan. Sedikit demi sedikit, Yesita memahami cara menentukan usia domba, memilih bobot ideal, mengenali jenis domba unggulan, hingga mencari jasa pengiriman yang tepat untuk pembeli luar daerah.

Tak jarang, ia juga menghadapi pandangan bahwa peternakan bukan bidang yang lazim digeluti perempuan. Namun, Yesita memilih membuktikan kemampuannya lewat kerja nyata.

Ia belajar langsung di lapangan, mengamati, bertanya, dan memahami seluk-beluk usaha ternak secara perlahan.

Cobaan terberat datang saat pandemi dan wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) melanda. Saat itu, pengiriman domba mengalami lockdown, sementara beberapa ternak di kandangnya terserang penyakit hingga mati.

“Pernah merasa sangat berat. Saat wabah PMK, pengiriman terhambat, beberapa domba sakit bahkan mati. Tapi saya memilih tetap bertahan karena saya percaya usaha ini bisa berkembang,” katanya.

Keteguhan itu akhirnya membuahkan hasil. Tahun 2022 menjadi titik balik penting bagi perkembangan usahanya. Omzet penjualan meningkat drastis. Dari yang awalnya hanya menjual domba lokal, Yesita mulai menghadirkan domba jenis Merino, Dormas, hingga Sopas untuk meningkatkan kualitas produknya.

Perkembangan bisnis tersebut juga terlihat dari aset yang dimiliki. Jika awalnya hanya memiliki satu kandang, kini ia telah mempunyai tiga kandang aktif untuk menunjang usaha peternakannya.

Dari hasil usaha itu, Yesita mampu membayar uang kuliah tunggal (UKT) sendiri sejak semester satu hingga lulus. Bahkan, ia juga berhasil membeli sepeda motor, telepon genggam, serta membantu renovasi rumah keluarga.

“Bangga sekali bisa sampai di titik ini. Saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua dan kakak-kakak saya yang selalu memberi support dan doa,” ungkapnya.

Bagi Yesita, perjalanan kuliah di Universitas Muhammadiyah Jember bukan sekadar mengejar nilai akademik. Ia merasa banyak belajar tentang disiplin, komunikasi, manajemen waktu, kerja sama tim, hingga keberanian mengambil keputusan.

Salah satu pengalaman paling membekas terjadi saat semester akhir ketika ia hampir mengalami kendala besar dalam proses skripsi akibat perubahan judul tanpa koordinasi penuh dengan dosen pembimbing.

Saat itu, ia sempat takut kelulusannya tertunda. Namun dari pengalaman tersebut, Yesita justru belajar pentingnya komunikasi dan tanggung jawab.

“Dari situ saya belajar, jangan seenaknya mengubah sesuatu tanpa komunikasi yang jelas. Dalam bisnis juga begitu, jangan diam-diam mengganti produk atau harga ke klien. Kalau salah, cepat minta maaf dan beri solusi,” jelasnya.

Bagi Yesita, keberhasilan tidak datang secara instan. Menurutnya, langkah pertama menuju kesuksesan adalah keberanian untuk memulai dan konsisten bertahan dalam proses.

“Mengambil langkah pertama adalah awal untuk mewujudkan cita-cita menjadi pengusaha. Saya percaya usaha tidak akan mengkhianati hasil, dan Allah SWT tidak menunda, tetapi menata,” tuturnya.

Kini, Yesita terus mengembangkan Artisnya Domba Jember dengan target menjadi ahli di bidang peternakan sekaligus pengusaha sukses yang mampu membuka peluang bagi banyak orang.

Kisah Yesita menjadi bukti bahwa perempuan juga mampu sukses di dunia peternakan. Bukan soal gender, melainkan keberanian memulai, kemauan belajar, dan konsistensi untuk bertahan menghadapi setiap tantangan. (rus)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button