Pedagang Tempe Dibegal di Jalur Mastrip Probolinggo, Empat Pelaku Bersenjata Tajam Gasak Motor dan Dagangan

Berita Nasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Aksi pembegalan kembali terjadi di wilayah Kota Probolinggo. Seorang pedagang tempe, Shofiudin (27), warga Kelurahan Sumbertaman, menjadi korban serangan empat pelaku bersenjata tajam saat melintas di Jalan Raya Mastrip, tepatnya di depan kompleks pemakaman Tionghoa, Kecamatan Wonoasih, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 05.45 WIB.
Akibat aksi kriminal tersebut, korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam serta kehilangan sepeda motor yang digunakan untuk mencari nafah beserta boks berisi tempe dagangannya.
Kapolsek Wonoasih, Kompol Lukman Hadi, menjelaskan bahwa sebelum kejadian korban berangkat dari rumahnya menuju Pasar Bantaran untuk berjualan. Dalam perjalanan, korban sempat singgah di Pasar Krempyeng Jrebeng sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Korban merupakan pedagang tempe. Dia berangkat dari Sumbertaman menuju Pasar Bantaran dan sempat berhenti di Pasar Krempyeng Jrebeng,” ujar Kompol Lukman Hadi.
Menurutnya, korban baru menyadari ada yang membuntuti ketika melintas di kawasan ruang terbuka hijau (RTH) menuju jembatan di Jalan Raya Mastrip. Saat itulah dua sepeda motor yang ditumpangi empat orang pelaku langsung memepet kendaraan korban.
Salah seorang pelaku kemudian menarik kunci kontak sepeda motor hingga mesin mati dan korban kehilangan kendali. Tidak berhenti di situ, pelaku langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam.
“Korban dibacok dua kali. Bacokan pertama mengenai helm, sedangkan bacokan kedua mengarah ke wajah korban. Beruntung korban mengenakan helm sehingga kepalanya terlindungi, meski helm yang dipakai mengalami kerusakan akibat sabetan senjata tajam,” jelasnya.
Dalam situasi panik, telepon genggam milik korban yang disimpan di dalam helm sempat terjatuh. Namun setelah kejadian usai, ponsel tersebut sudah tidak ditemukan di lokasi.
Setelah berhasil melumpuhkan korban, para pelaku membawa kabur sepeda motor beserta boks berisi tempe yang masih terpasang di atas kendaraan. Kondisi jalan yang masih sepi membuat tidak ada warga yang sempat memberikan pertolongan saat aksi berlangsung.
Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Wonoasih untuk mendapatkan perawatan medis sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonoasih.
Saat ini, jajaran Polsek Wonoasih masih melakukan penyelidikan dan memburu keempat pelaku yang diduga beraksi menggunakan dua sepeda motor.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami telah meminta keterangan sejumlah saksi dan terus melakukan upaya untuk mengungkap identitas para pelaku,” pungkas Kompol Lukman Hadi



