Selamat atas Pelantikan dan Pengucapan Sumpah / Janji Anggota DPRK Aceh Besar, Masa Jabatan 2019-2024
Politik

Bawaslu Sulbar Gelar Diskusi Publik

Partisipasi dari kalangan Pemuda untuk menjaga kualitas dan keamanan Pemilu.

image_pdf

Mamuju Berita Nasional.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Barat Menggelar Diskusi Publik Dalam Rangka Pengawasan Pemilihan Umum Tahun 2019 ,dilaksanakan di Hotel Lestari , Selasa 19 Februari, dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat, Supriadi Narno dan Fitrinela Patonangi serta melibatkan organisasi kepemudaan sebagai peserta.

Sebagai Penyelengara Pemilu salah satu kekuatan yang akan didorong yaitu partisipasi dari kalangan Pemuda untuk menjaga kualitas dan keamanan Pemilu.

“Salah satu keinginan kita adalah dengan menjaga kerukunan berbangsa dan bernegara khususnya dalam beragama dengan melibatkan secara intens pemuda lintas agama dalam pengawasan pemilu dinilai penting sebab, pemilu kita rentang terhadap gesekan-gesekan maka dari itu perlu adanya perspektif dewasa dalam memandang kontestasi pemilu,” kata Anggota Bawaslu Sulbar, Supriadi Narno dalam sambutannya,

Selain itu, Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan hal positif serta mendorong pengawasan Partisipatif pemuda untuk berperan aktif didalamnya. “Kita boleh berbeda namun persahabatan dan persaudaraan harus tetap kita jaga,” imbau Kordiv. Pengawasan, Humas dan Hubal itu.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Sulbar, Fitrinela Patonangi menegaskan Bawaslu secara stuktural dan fungsional melakukan pengawasan Pemilu juga melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan Kepemiluan.
“Maka dari itu melalui kegiatan ini kita berharap bentuk partisipasi pengawasan Pemilu tidak hanya melibatkan Bawaslu, Panwascam atau Pengawas TPS tetapi kita juga menginginkan keterlibatan pemuda dalam pengawasan pemilu,” cetusnya.
Fitrinela juga mengajak pemuda menjadi pemilih cerdas dan rasional sebab keterlibatan pemuda dalam Pemilu merupakan perwujudan wajah demokrasi di Indonesia.

Pada kegiatan tersebut, juga dihadiri oleh Direktur Banua Institute, Fajar yang mengatakan pemuda harus mampu melihat potensi kekurangan dalam pengawasan Pemilu dengan menggunakan gerakan civil society. “Gerakan civil society ini lah yang menjadi pilar dalam menjaga keutuhan kita dalam berdemokrasi, khususnya dalam melakukan pengawasan partisipatif menjelang Pemilu 2019 mendatang,” pungkasnya.

Laporan : Zul

Show More

Related Articles

Back to top button
Close