Artikel/OpiniRagam

Karl Marx dan Sumbangannya terhadap Teori Kritik

Oleh : Indah Sari Rahmaini *)

BeritaNasional.ID — Teori kritik merupakan sebutan untuk orientasi teoritis tertentu yang secara historis bersumber dari Hegel dan Marx. Sayangnya, Hegel hanya berpikir pada ranah kontemplatif dan jauh dari kehidupan masyarakat yang nyata (Sindhunata, 1982). Marx lah sebagai orang pertama yang mengkritik filsafat Hegel karena tidak ada pergerakan dalam pemikiran Hegel itu sendiri. Melalui paham berpikir Marx yang ingin melaksansakan filsafat Hegel, Marx kemudian merintis pembebasan manusia dari perbudakan tidak hanya pada ranah teoritis. Oleh karena itu, Karl Marx dinilai sebagai peletak pondasi awal cita-cita Frankfurt School dan pendirinya yang memberikan inspirasi atas berkembangnya teori kritik. Berikut akan dijelaskan beberapa argumentasi yang komprehensif dan historis mengenai pengaruh Marx dalam perkembangan teori kritik.

Marx Memposisikan Determinisme Ekonomi sebagai Penentu Jalannya Dunia Sosial

Tulisan Marx mengenai Das Kapital menyatakan bahwa secara sadar ataupun tidak, masyarakat tengah hidup dalam sistem kapitalisme yang eksploitatif. Kekuatan utama pendorong kapitalisme menurut Marx adalah eksploitasi dan alienasi tenaga kerja. Sumber utama dari keuntungan baru dan nilai tambahnya adalah bahwa majikan membayar buruh dengan mengikuti nilai pasar karena memiliki penguasaan terhadap alat produksi. Marx menyatakan bahwa adanya hukum determinisme ekonomi yang menjadi tolak ukur keadaan masyarakat pada masa revolusi industri. Ia menjelaskan sebab dan dinamika komoditas sebagai suatu bangunan masyarakat kapitalis dan menjadi penyebab dari manusia tidak mampu untuk bebas atas dirinya sendiri serta terus menerus mengalami perbudakan.

Marx menyakini bahwa determinisme ekonomi sebagai dasar perkembangan sejarah yang berbasis struktur. Materialisme historis dimaknai sebagai dasar gerakan sejarah, maka seluruh konsep pengetahuan, agam, filsafat, seni, ideologi, politik, dan sebagainya dihasilkan dari kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi telah membangun pemikiran atau kesadaran manusia. Ekonomi menjadi infrastruktur dalam kehidupan masyarakat. Bisa dikatakan bahwa untuk mengetahui latar belakang pengetahuan yang berkembang dalam suatu masyarakat, maka amatilah kegiatan ekonomi yang sedang berlangsung. Dalam upaya untuk mengubah kondisi yang ada, marx menyatakan harus adanya revolusi agar bisa menyadarkan masyarakat proletar atas kedudukan kelasnya yang selalu di eksploitasi oleh kepentingan ekonomi kapitalis.

Akan tetapi, teori kritis mengkritik Marx serta menolak segala aktivisme revolusioner. Mereka yakin bahwa setiap revolusi atau apapun yang diawali dengan kekerasan akan menghasilkan perbudakan yang lebih mengerikan. Teori kritis menyatakan bahwa pokok ajaran Marx yang ditinggalkan salah satunya adalah terkait dengan bagaimana pekerjaan dan modal telah kehilangan relevansinya. Penindasan manusia bukan lagi berupa penindasan kaum kapitalis terhadap pekerja, melainkan semua ditindas oleh suatu sistem di mana proses produksi yang ditentukan oleh teknologi sudah tidak terkontrol lagi. Kritik terhadap ekonomi kapitalis diganti dengan kritik terhadap kebudayaan yang teknokratis secara keseluruhan. Dengan demikian, mereka juga menolak dogma inti marxisme bahwa hukum perkembangan ekonomi umat manusia niscaya menuju penghapusan masyarakat berkelas dan ke arah pembebasan manusia.

Kendati demikian, teori kritis juga menolak penggunaan hukum materialism historis sebagai salah satu universalisme hukum menurut Karl Marx. Kondisi masyarakat pada saat Marx hidup sangat berbeda dengan kondisi saat teori kritis lahir, lebih dari seratus tahun. Pandangan Marx yang masih cenderung positivistik kemudian dikritik oleh pemikir teori kritis. Menurut pemikir kritis, penindasan manusia tidak lagi berupa penindasan kaum kapitalis terhadap para pekerja, melainkan semua ditindas oleh suatu sistem di mana proses produksi yang ditentukan oleh teknologi sudah tidak terkontrol lagi. Maka analisa kelas kehilangan fundamentalnya. Tidak lagi memakai kritik terhadap ilmu ekonomi, teori kritik lebih menekankan kepada kritik terhadap kebudayaan teknokratis sebagai keseluruhan. (Ay/BERNAS)

*) Biodata Penulis :
Nama : Indah Sari Rahmaini
Profesi : Dosen Sosiologi Universitas Andalas
E-mail : indah.rahmaini96@gmail.com

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button