Sulbar

Kembali BEM gelar Aksi di DPRD Kab Mamuju

Mamuju.Sulbar.Beritanasional.id —Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas Teknik Universitas Tomakaka mengelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Mamuju. Kamis. 23 January.

Massa aksi membawa sejumlah poin tuntutan Salah satu di antaranya,mempertanyakan asas manfaat membangun Landscape atau Manakarra Tower yang menghabiskan biaya sebesar Rp. 23 Millyar yang bersumber dari APBD.

“Masih banyak yang lebih mendesak ketimbang membangun manakarra tower. Seperti perbaikan akses jalan ke Bonehau-Kalumpang dan perbaikan sejumlah jalan yang sudah rusak dalam kota Mamuju,” Ujar Iswandi kordinator aksi.

Iswandi menilai pemkab mamuju saat perwacanaan tanpa melibatkan akedemisi, menganalisa asas manfaatnya dan juga kajian analisis dampak lingkungan nantinya,ketika di bangun apalagi berada dalam kota mamuju. Urai Iswandi.

Andi Dodi wakil ketua DPRD kab Mamuju yang menerima massa aksi dan berdialog dalam ruang komisi I yang juga di hadiri dari dinas PU, ULP, Perhubungan dan Perumahan, Bapemda Mamuju.

Andi Dodi mengatakan bahwa awalnya sejumlah anggota dewan juga tidak setujuh pembangunan Manakarra Tower,karena masih mempertanyakan dari segi asas manfaatnya ketika di bangun nanti yang menghabiskan anggaran tidak sedikit , namun kembali lagi pada kebijakan bupati selaku kepala daerah.Ucap politics Parts Hanura tersebut.

“Awalnya kita tidak setuju, tapi kembali lagi kebijakan bupati,” ujarnya. Tuntunan massa aksi yakni,memintah pemerintah mengatur dan secepatnya mengesahkan perda tata ruang wilayah kota (RT RW) dan meminta kepada kejati sulbar agar segera memeriksa adanya temuan pengadaan kapal feri mini yang di anggarkan oleh pemkab Mamuju Sulbar RP 1,7 Millyar,untuk penyebrangan mamuju ke pulau Balabalakang yang kini sudah mulai rusak sebelum di fungsikan.(Narthy)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close