NasionalPolitik

Kotak Suara Kardus Dapat Menahan Beban Berat Dan Menahan Anggaran Membengkak

image_pdf

BeritaNasional Jakarta – Pemberitaan seluruh media saat ini dipenuhi dengan polemik KPU mengenai kotak kardus yang digunakan saat pemilu 2019, banyak komentar pro dan kontra di jagad dunia maya mengenai kebijakan yang di buat KPU terkait hal ini.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman menjelaskan penggunaan kotak suara untuk pemilu 2019 berbahan karton  yang kedap air dan tak perlu dikhawatirkan. Arif juga menjelaskan perbedaan kardus mie instan dengan air mineral yang begitu tipis dan mudah rusak.

Kotak suara milik KPU dipastikan memiliki kekuatan yang mampu menahan beban lebih dari 80 kilogram. Kotak suara berbahan kardus ini juga sudah sempat digunakan pada saat pilkada serentak tahun 2015, 2017, dan 2018 dan tidak ada polemik soal kotak suara berbahan kardus tersebut.

Arif juga menjelaskan alasan pemilihan bahan karton untuk penghematan anggaran dan mempertimbangkan kondisi internal KPU, di mana masih banyak KPU kabupaten/kota yang belum mempunyai kantor sendiri. Jika kotak suara dari bahan aluminium, KPU di daerah harus menyewa gudang untuk menyimpannya sampai pemilu berikutnya.

“Biayanya tiap tahun terus meningkat untuk sewa gudang. Dengan karton kedap air yang harganya lebih murah kita bisa menyimpannya dengan lebih mudah,” katanya.

Sesuai mandat UU 7/2017 tentang Pemilu, pada Pemilu 2019 KPU harus menggunakan kotak suara yang transparan. Karena itu, KPU mempertimbangkan  berbagai model, bahan, spesifikasi, dan ukuran untuk melaksanakan mandat tersebut.

“Jadi enggak tiba-tiba langsung menentukan satu jenis bahan tetapi banyak jenis bahan yang pada akhirnya, KPU menyepakati bahan baku kotak suara transparan adalah karton yang kedap air,” tutup Arif.

( Parasian Tambunan / dki )

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close