Pemkab Tasikmalaya Genjot Revitalisasi Sekolah Rusak, Bupati Cecep Turun Tangan ke Pemerintah Pusat

Beritanasional.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus mengintensifkan langkah-langkah strategis dalam memperbaiki infrastruktur pendidikan yang rusak di berbagai wilayah. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh peserta didik, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi kondisi fisik sekolah yang memprihatinkan. Ia menegaskan bahwa perbaikan sarana pendidikan bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap masa depan generasi muda.
“Kami tidak hanya menunggu. Saya sendiri sudah mendatangi Kemendikdasmen untuk meminta langsung dukungan perbaikan sekolah. Ini bentuk ikhtiar kami agar anak-anak Tasikmalaya bisa belajar di tempat yang layak,” ujar Cecep saat ditemui di Pendopo, Kamis (23/10/2025).
Langkah Bupati Cecep ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjukkan keseriusan Pemkab dalam memperjuangkan alokasi anggaran dan program revitalisasi. Menurutnya, penanganan sekolah rusak tidak bisa dilakukan secara parsial atau sektoral. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi Jawa Barat, dan pemerintah kabupaten agar proses revitalisasi berjalan cepat, merata, dan berkelanjutan.
“Perbaikan ini harus dilakukan bersama-sama. Tidak cukup hanya dari kabupaten, tapi juga perlu dukungan dari provinsi dan pusat,” tegasnya.
Cecep juga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan oleh Kemendikbudristek dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bantuan tersebut mencakup revitalisasi untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Kesetaraan Berbasis Masyarakat (PKBM), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selain itu, Pemkab Tasikmalaya juga tengah mengusulkan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), khususnya di wilayah Pagerageung dan Bojongasih. Usulan ini telah mendapat respons positif dari Gubernur Jawa Barat, yang dinilai sebagai angin segar bagi pemerataan akses pendidikan menengah di daerah pinggiran.
“Terima kasih atas bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen. Kami juga bersyukur atas dukungan Pak Gubernur terhadap pembangunan USB di dua SMA tersebut,” tutur Cecep.
Langkah-langkah ini sejalan dengan visi Pemkab Tasikmalaya dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing. Pemerintah daerah berharap seluruh anak-anak di Tasikmalaya, tanpa terkecuali, dapat menikmati fasilitas pendidikan yang memadai sebagai bekal utama dalam membangun masa depan yang lebih cerah.
Laporan: Chandra



