ACEH

Penangkaran Bibit Kelapa Sawit Desa Pangkalan Lolos Sertifikasi

BERITANASIONAL.ID | ACEH TAMIANG — Kini Perusahaan Penangkaran Bibit Kelapa Sawit  Desa Pangkalan Kecamatan Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang merasa lega atas predikat Sertifikasi yang dikantongi ‘Lolos Sertifikasi’.

Dibawah management CV Rizki Najwa Niezha penangkaran tersebut berhasil melakukan labelisasi sebanyak 98.5.% dari jumlah yang diajukan untuk di Sertifikasi atau sebanyak 73.875 bibit sudah memiliki label dari 75.500 bibit yang diajukan, hanya 1.5% yang tidak lewat sertifikasi.

“Alhamdulillah saat ini kita sudah mengantongi Sertifikasi dan Lebelisasi Bibit Kelapa Sawit sebanyak 73.875 bibit,” sebut Perwakilan CV Rizki Najwa Niezha, Joko Irawan kepada BERITANASIONAL.ID, Rabu (25/8/2021).

Joko Irawan mengatakan Tim Sertifikasi dan Labelisasi dari  Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPSB TPHP) Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh selama dua hari melakukan Sertifikasi di penangkaran.

“Labelisasi dilakukan tidak diambil secara acak, melainkan perpohon bibit diperiksa tingkat pertumbuhannya. Pemeriksaan bibit dilakukan dari mulai masa kecambah, pelepah, sampai ketinggian bibit” jelasnya sembari menambahkan bibit dipenangkarannya dinyatakan layak tanam.

Untuk itu kata Joko, pihaknya sebagai penangkar  yang sudah mengantongi Sertifikasi dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPSB TPHP) Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh siap menerima pesan baik perusahan, koperasi atau perorangan.

“Insya Allah kita siap memasarkan bibit ini dan kita juga siap menerima pesanan baik perusahan, koperasi atau perorangan,” ujar Joko

Sementara itu Ketua tim dari balai sertifikasi pembibitan kelapa sawit, Mrh Mahyadi, mengatakan bibit yang disalurkan untuk peremajaan sawit rakyat (PSR) harus memiliki sertifikasi dan label sesuai Permentan Nomor 50 tahun 2015.

“Jadi benih ini memang dijaga kualitasnya oleh Dirjen Perkebunan melalui unit pengawasan benih perkebunan yang ada di provinsi,” ujar Mahyadi,

Ia juga menjelaskan spesifikasi bibit sawit siap edar usianya sembilan sampai 24 bulan. Setelah 24 bulan bibit sudah tidak boleh beredar.

Ketentuan tersebut, kata dia, telah diatur untuk menjaga kualitas hasil produksi perkebunan sawit.

“Menurut kami, CV. Rizki Nazwa Niezha sudah sangat bagus dan layak. Sangat jarang untuk pemula bisa produksi benih yang bagus seperti itu dengan kapasitas yang lumayan besar,” sebutnya. []

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button