Daerah

PGRI Masih Bersengketa, Dilarang Lakukan Open Donasi dengan Dalih untuk Bantuan Korban Bencana

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Bencana alam yang melanda Indonesia, hususnya Aceh, Sumatera Barat dan Utara banyak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan secara pribadi maupun kelompok dengan melakukan open donasi.

Untuk mempersempit ruang gerak  ‘penipu’ tersebut, Pemerintah melalui Kementrian Sosial (Kemensos) mewajibkan kepada seluruh Ormas, LSM, maupun perkumpulan lain yang akan membuka open donasi harus mendapat rekomendasi.

Ketua PGRI Bondowoso, H. Sugiono Eksantoso menghimbau kepada seluruh Ormas, LSM, maupun perkumpulan lain, termasuk PGRI agar berhati-hati membuka open donasi tanpa izin. Karena akan berhadapan dengan hukum.

“Dengan maraknya open donasi yang dilakukan atas nama lembaga organisasi, mohon untuk berhati-hati, arena untuk membuka open donasi harus mendapat izin Kemensos,” saran Sugiono, sapaannya.

Izin membuka open donasi penting, karena rawan penyimpangan. Apalagi mengatasnamakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). PGRI saat ini sedang bersengketa, sehingga tidak boleh dan dilarang melakukan open donasi kepada guru-guru sebagai anggota di seluruh Indonesia, bukan hanya di Bondowoso.

Walaupun alasan membuka open donasi tersebut untuk membantu korban bencana alam, utamanya korban yang ada di Aceh, Sumatra Barat dan Utara. Kalau mau membantu silahkan, pengrusnya menarik iuran sendiri, tidak usah melibatkan anggota.

Oleh karena itu , Sekjen LKBH PB PGRI ini menyarankan, agar guru-guru tidak memberikan sumbangan dalam bentuk apapun dengan mengatasnamakan PGRI. Kalau Pengurus mau menyumbang silahkan, langsung saja datang ke Sumatera Barat, Utara atau Aceh, seperti yang pernah dilakukan PB PGRI pimpinan Teguh Sumarno.

“Setelah dua hari bencana, PB PGRI langsung datang ke Sumatra tanpa meminta bantuan dari anggota. Bahkan seluruh transportasi, akomodasi, dan konsumsi dilakukan secara mandiri,” kesal Sugiono setelah mendapat informasi bahwa Pengurus PGRI Bondowoso sebelah minta bantuan guru-guru untuk bantuan korban bencana.

Tolong hati-hati, karena rawan terjadinya penyimpangan. Karena di PGRI masih terjadi dualsime, maka tidak dibenarkan melakukan open donasi yang mengatasnamakan PGRI, mulai dari Pusat hingga daerah. (Syamsul Arifin/Bernas)

 

 

 

 

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button