Hukum & Kriminal

Polda Sumut Tangkap Jaringan Narkoba Internasional dan Amankan 14 Kg Sabu, 2 Orang Tewas saat Lakukan Perlawanan

BeritaNasional.ID Medan – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut kembali berhasil mengungkap kasus kejahatan Narkotika. Hal ini dibuktikan dengan penangkapan terhadap para tersangka beserta disitanya barang haram berupa sabu.

Polisi menembak mati dua Warga Negara Asing (WNA) tersangka narkoba jaringan internasional yang hendak menyelundupkan sabu ke wilayah Sumut.

“Kedua warga asing tersebut adalah KPP, WNA asal Malaysia dan WNA asal India berinisial S,” ujar Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH., MH kepada wartawan saat konferensi Pers di RS Bhayangkara Sumatera Utara, Senin (29/4/2019).

Kapolda juga menjelaskan, selain WNA tersebut, petugas juga meringkus 14 orang warga negara Indonesia yang terlibat jaringan narkoba tersebut. Diantaranya adalah MRI alias R, AS alias A, LHG alias A, A, IB, Y alias S, M alias A, W, M, FS, AM, IP, M dan I.

Ini merupakan jaringan sindikat Internasional : Myanmar – Srilanka- Malaysia- Indonesia (Provinsi Sumatera Utara) yang terdiri dari 7 (tujuh) kasus tindak pidana Narkoba.

Agus mengungkapkan, kedua WNA yang ditembak mati oleh petugas karena mencoba melawan saat hendak diamankan.

“Jadi saat hendak diamankan, kedua WNA itu berusaha melawan dan melarikan diri. Karena aksi mereka itulah petugas melakukan tindakan tegas terukur,” ungkap Kapolda.

Kedua WNA dan 14 WNI itu ditangkap dari sejumlah lokasi berbeda di Sumut, diantaranya di Kompleks Multatuli, Kota Medan, Jalan Gatot Subroto KM 5, Jalan SM Raja, Medan Amplas, Pintu Tol Tebing Tinggi, Tanjung Balai Kota, serta Jalan Letjen Suprapto Medan.

“Dari hasil pengungkapan itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 14 kilogram sabu dan berhasil menyelamatkan sekitar 140 ribu orang dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 pengguna,” tambahnya.

Keberhasilan ini berkat kerja keras Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut dalam memberantas Narkoba.

“Untuk tindak pidana narkotika dikenakan Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” Jelas Kapolda Sumut.
(Kiel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close