Rektor STAIN Parepare Dituntut Mundur Gegara Menghina Status Sosial Keluarga Mahasiswa

51 total views, 3 views today

BERITANASIONAL.ID_PAREPARE, Ratusan Mahasiswa yang tergabung dari Aliansi Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare berunjuk rasa di Kantor Birokrasi STAIN Parepare, Senin, (23/10/2017).

Unjuk rasa tersebut menuntut agar Dr. Ahmad Sultra Rustam sebagai Ketua STAIN Parepare agar diberikan sanksi atas tindakannya yang dianggap melanggar kode etik kepemimpinan. Bukan hanya itu, mahasiswa mengeluhkan penahanan Surat Keputusan (SK) Panitia beberapa organisasi mahasiswa (Ormawa) karena menghambat dalam berkegiatan.

Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) STAIN Parepare, Mufli Muhtaram mengatakan, “Kami sangat kecewa dengan tindakan yang telah dilakukan oleh Ketua STAIN yang melanggar kode etik kepemimpinan”.

“Kemarin orang tua mahasiswa menangis dan merasa dilecehkan akibat dari perkataan yang disampaikan oleh Ketua STAIN, olehnya itu pada pagi hari ini kami turun untuk menyampaikan aspirasi kami dan tidak seharusnya seorang pemimpin mengatakan hal tersebut yang melanggar kode etik kepemimpinan,” ujar Mufli Muhtaram, Senin, (23/10).

Mufli menegaskan, Ketua STAIN harus turun dari jabatannya atau diberikan sanksi kode etik dan SK dikeluarkan secepatnya. Ketika perihal tersebut tidak terlaksana maka Aliansi Mahasiswa STAIN Parepare akan turun kembali melakukan aksi yang sama.

“Jika aksi kami tidak ditindak lanjuti maka suluruh mahasiswa STAIN akan turun kembali,” tegas Mufli. Sebelumnya, Ketua STAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustam sempat melontarkan kata-kata yang menyinggung perasaan keluarga salah satu mahasiswa STAIN.

Berikut kutipan perkataan Ahmad Sultra Rustam, “Ternyata kamu buka orang kaya, dan ternyata rumahmu tidak lebih bagus dari rumah sawah” Hal tersebut dibantah langsung oleh Ketua STAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustam. Ia mengungkapkan, tidak melakukan hal tersebut sesuai yang dituduhkan. Ia tidak mengetahui jika orang tua mahasiswa tersebut merasa tersinggung. Ia kemudian akan menanyakan kepada mahasiswa mengenai perilakunya yang nenyinggung dan dianggap melanggar kode etik.

“Tuduhan tersebut tidak benar, saya akan memanggil menanyakan ke mahasiswa mengenai hal itu,” kata Rustam.

“Kita akan mengunjungi orang tua mahasiswa karena ingin menyelesaikan persoalan sehingga ada sinergi antara orang tua dan pihak Perguruan Tinggi,” jelas Rustam. (Sul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *