Nasional

Sering Jadi Sorotan Media, BPHN Gelar Pelatihan Public Speaking bagi Pejabat

BeritaNasional.ID, Jakarta – Peran sentral Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM dalam melaksanakan penataan regulasi dan peningkatan kesadaran hukum di masyarakat membuat keberadaanya menjadi sorotan publik termasuk oleh media masa. Kondisi ini menuntut organisasi untuk mempersiapkan jajarannya agar menjadi pemberi informasi yang tepat secara substansi maupun teknis penyampaiannya.

“Public Speaking punya peran sangat penting dalam dunia birokrasi. Sebaik apapun kinerja organisasi tanpa ada komunikasi yang baik dan tepat ke publik, tidak akan ditangkap positif oleh masyarakat, begitupun sebaliknya. Saya percaya, kinerja baik ditambah dengan Public Speaking yang tepat, menghasilkan suatu citra yang positif bagi organisasi,” kata Kepala BPHN Prof R Benny Riyanto, saat memberikan sambutan di acara Training of Trainer (ToT) Executice Public Communication, Rabu (15/7) di Aula lt. 4 BPHN, Cililitan – Jakarta Timur.

Sebagai bagian pemerintah, lanjut Prof R Benny, BPHN memiliki peran yang saling terkait antar Kementerian/Lembaga (K/L). Hal ini sangat penting untuk membekali jajaran BPHN kemampuan komunikasi yang baik di depan umum, dalam hal berkoordinasi untuk menghindari kesalahan penerimaan pesan (misleading). Tak hanya itu, kemampuan komunikasi yang baik ini diperlukan untuk mengatasi potensi konflik sehingga hal-hal yang kurang menguntungkan dapat dihindari.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris BPHN Audy Murfi MZ mengatakan bahwa citra atau image sebuah institusi dinilai salah satunya dari sikpan dan pembawaan pejabat saat menghadapi media. Kesalahan kecil sekalipun, akan membentuk persepsi publik yang kurang baik. Maka dari itu, seluruh jajaran dituntut untuk siap kapanpun dan di mana pun untuk diwawancarai.

“Untuk tampil di hadapan media perlu persiapan yang matang mengingat begitu luasnya jangkauan pembahasan yang ditanyakan media sehingga harus benar-benar dipersiapkan baik dari segi konten atau substansi yang akan disampaikan hingga soal penampilan (performance),” kata Sekretaris BPHN.

Sebagai bagian dari pengembangan kapasitas komunikasi publik di BPHN, Bagian Humas Kerjasama dan Tata Usaha Sekretariat BPHN menyelenggarakan Training on Trainers (ToT) Executice Public Communication selama dua hari, tanggal 15 – 16 Juli 2020. Acara ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) peserta yang terdiri dari Pejabat Administrator (Eselon III) dan Pejabat Pengawas (Eselon IV) di lingkungan BPHN.

BPHN mengundang 2 (dua) narasumber Public Communication Specialist, M Bahrul Wijaksana dan News Anchor Berita Satu TV Rudy Fitryandanu. Adapun materi pelatihan ini mengenai dasar-dasar teknik komunikasi publik dan manajemen isu di tataran pemerintah. Pada hari kedua, akan dilakukan praktik wawancara baik dengan konsep konferensi pers, TV talkshow, dan wawancara cegat (doorstop). (Rls/Br)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close