Daerah
SSI Kabupaten Garut Tolak Keras Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Garut, Beritanasional. ID – Adanya soal Rencana pemerintah yang akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selama ini disubsidi ditentang keras oleh berbagai pihak termasuk Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kabupaten Garut.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Dewan Pengurus Cabang (DPC) SSI Kabupaten Garut Cecep Dedi. S, melalui seluler nya, subsidi dari pemerintah bagi konsumen BBM untuk kendaraan roda dua dan roda empat khususnya angkutan umum, membantu meringankan beban hidup. Kamis, ( 01/9).
“Apalagi selama dua tahun hampir seluruh negara dilanda wabah Covid 19, banyak kebijakan pemerintah untuk melindungi masyarakat diterapkan, salah satunya pembatasan kegiatan, baik itu sosial, politik, dan ekonomi,” ujarnya.
Menurut Cecep, Saat ini masyarakat Indonesia dilihat dari sisi ekonomi belum sepenuhnya pulih dari dampak Covid-19, namun kini berkembang lagi isu pemerintah berencana menaikan harga BBM bersubsi.
“Potensi yang akan terdampak jika pemerintah ini adalah para awak angkutan umum, ini memicu para sopir angkot di Garut menolak keras rencana Pemerintah menaikan harga BBM subsidi,” terangnya.
Kondisi Angkutan Penumpang khususnya Angkot tengah dalam kondisi yang tidak stabil. Banyaknya angkutan online dan banyak kendaraan pribadi juga memperparah situasi ini.
Sekretaris SSI juga mengingatkan Pemerintah, agar tidak terburu – buru mengambil kebijakan menaikan Pertalite dan solar dalam waktu dekat.
“Tidak hanya itu, harga bahan pokok yang semakin mahal membuat penghasilan sopir angkutan umum tidak menentu,” ucap Cecep.
Para supir angkutan umum pun sangat berharap agar pemerintah mengevaluasi ulang rencana untuk menaikan harga BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. Saat ini harga BBM jenis pertalite dijual di angka Rp. 7.650 per liter. Sementara solar Rp. 5.150 per liter, tandasnya. ( Diky)
Hal ini diungkapkan Sekretaris Dewan Pengurus Cabang (DPC) SSI Kabupaten Garut Cecep Dedi. S, melalui seluler nya, subsidi dari pemerintah bagi konsumen BBM untuk kendaraan roda dua dan roda empat khususnya angkutan umum, membantu meringankan beban hidup. Kamis, ( 01/9).
“Apalagi selama dua tahun hampir seluruh negara dilanda wabah Covid 19, banyak kebijakan pemerintah untuk melindungi masyarakat diterapkan, salah satunya pembatasan kegiatan, baik itu sosial, politik, dan ekonomi,” ujarnya.
Menurut Cecep, Saat ini masyarakat Indonesia dilihat dari sisi ekonomi belum sepenuhnya pulih dari dampak Covid-19, namun kini berkembang lagi isu pemerintah berencana menaikan harga BBM bersubsi.
“Potensi yang akan terdampak jika pemerintah ini adalah para awak angkutan umum, ini memicu para sopir angkot di Garut menolak keras rencana Pemerintah menaikan harga BBM subsidi,” terangnya.
Kondisi Angkutan Penumpang khususnya Angkot tengah dalam kondisi yang tidak stabil. Banyaknya angkutan online dan banyak kendaraan pribadi juga memperparah situasi ini.
Sekretaris SSI juga mengingatkan Pemerintah, agar tidak terburu – buru mengambil kebijakan menaikan Pertalite dan solar dalam waktu dekat.
“Tidak hanya itu, harga bahan pokok yang semakin mahal membuat penghasilan sopir angkutan umum tidak menentu,” ucap Cecep.
Para supir angkutan umum pun sangat berharap agar pemerintah mengevaluasi ulang rencana untuk menaikan harga BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. Saat ini harga BBM jenis pertalite dijual di angka Rp. 7.650 per liter. Sementara solar Rp. 5.150 per liter, tandasnya. ( Diky)



